JombangBanget.id – Sepanjang irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) diprediksi baru bisa difungsikan tahun depan.
Sebab, sampai saat ini belum diputuskan alokasi air untuk irigasi itu oleh pihak pemilik kewenangan irigasi.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, hingga akhir 2025 diperkirakan sepanjang irigasi itu belum teraliri air.
”Jadi, pascafisik 2024, secara sistem irigasi belum dimasukkan alokasi airnya. Sehingga sekarang tidak bisa, dan baru berfungsi 2026,” kata Sultoni kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, dalam setiap irigasi alokasi air harus dialokasikan terlebih dahulu, sehingga dilakukan penghitungan.
”Karena dalam sistemnya PJT (Perum Jasa Tirta) atau Brantas ada penghitungan, di mana dan titik mana serta berapa ini terukur dan terhitung,” imbuh dia.
Sehingga, lanjut Sultoni, tidak bisa secara tiba-tiba irigasi itu dialiri air.
”Ketika dari awal belum dimasukkan dalam areal yang dialiri dari Mrican Kanan Kediri tidak bisa ujug-ujug diarahkan. Jadi harus dihitung dahulu dan dimasukan ke dalam alokasi rencana tahunan WS (wilayah sungai) Brantas, baru dimasukkan ke irigasi Pariterong,” ujar Sultoni.
Itupun lanjutnya, harus mendapat persetujuan dari stakeholder terkait sebagai pengelola air untuk irigasi.
”Mulai dari BBWS Brantas, PJT, dan Dinas PU SDA Jatim,” ujar dia.
Sesuai rencana, irigasi Pariterong untuk mengairi lahan pertanian dengan baku sawah seluas 5.000 hektare.
Namun demikian, Sultoni belum bisa memastikan karena menunggu alokasi itu dahulu dari pihak pengelola.
”Apakah pada saat terisi air bisa sesuai rencana itu kondisional di lapangan. Tetapi, rencana alokasinya segitu (5.000 hektare),” kata Sultoni.
Irigasi Pariterong memiliki panjang 17 kilometer dimulai dari hulu Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak dan hilir berada di wilayah Kecamatan Mojowarno. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz