JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya berusaha agar semua pekerjaan bernilai ibadah.
’’Apapun yang dilakukan manusia hendaknya bernilai ibadah, kapanpun dan di manapun harus ibadah, apapun profesinya, apapun pekerjaannya harus bernilai ibadah,’’ tuturnya, saat ngaji dalam buka bersama di Polres Jombang, Senin (24/3).
Yang di sawah harus ibadah. Di pasar harus ibadah. ’’Bahkan polisi yang bekerja siang malam juga harus ibadah,’’ terangnya.
Ada dua cara agar semua bernilai ibadah. Pertama, diniati yang baik.
’’Misalnya bekerja dengan niat untuk menafkahi keluarga, atau membantu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,’’ urainya.
Kedua, dilakukan dengan cara yang benar dan tidak menghalalkan segala cara. Islam sangat menganjurkan umatnya bekerja.
Sampai-sampai Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya di antara dosa itu ada dosa yang tidak dapat dihapus oleh salat, puasa, haji, dan umrah, tetapi dapat terhapus oleh lelahnya seseorang dalam mencari nafkah.
Dalam hadis yang lain, Nabi menegaskan, seseorang yang membawa tali dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar, kemudian memikul ke pasar, lalu menjualnya adalah lebih baik daripada ia harus meminta-minta.
Ketika pulang dari Perang Tabuk dan memasuki Kota Madinah, Rasulullah melihat seorang lelaki yang telapak tangannya tampak kasar hitam kemerah-merahan.
Ketika ditanya mengapa tangannya kasar seperti itu? Lelaki itu menjawab dengan jujur; ’’Setiap hari saya bekerja membelah batu-batu besar hingga tanganku kasar seperti ini. Setelah batu-batu terbelah, maka batu-batu belahan itu saya jual ke pasar dan hasil penjualannya saya pergunakan untuk menafkahi anak dan istriku.’’
Mendengar jawaban itu, Rasulullah langsung mencium tangan lelaki itu seraya bersabda; Tangan ini tidak akan tersentuh oleh api neraka.
Baca Juga: Binrohtal, Perbanyak Sedekah di Bulan Ramadan
Bekerja untuk menafkahi anak istri dan orang tua adalah sebuah ibadah.
Jika kita niat bekerja dengan baik dan dilakukan secara baik, maka saat kita wafat di tengah bekerja, maka dicatat syahid akhirat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz