JombangBanget.id – Jelang Lebaran, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jombang melakukan pemantauan harga dan stok bahan pangan.
Sidak dilakukan di pasar tradisional juga sejumlah toko modern.
Pantauan di lokasi, pertama-tama tim menyisir beberapa toko modern di kawasan Jombang kota. Salah satunya, toko modern di Jl KH Wahid Hasyim.
Usai melakukan pemantauan, tim menemukan dua botol minuman kemasan dengan kondisi tak layak. Sebab, bagian ujung botol tampak penyok.
”Ya tadi ada kemasan penyok, bagian atasnya dan kita minta ditarik agar disortir kembali sebelum dijual ke masyarakat. Untuk kadaluarsa tidak ada,’’ ujar Sekdakab Jombang Agus Purnomo.
Ketua TPID Jombang ini meminta masyarakat untuk lebih cermat dan teliti sebelum membeli.
Dikhawatirkan ada barang dengan kondisi tak layak jika kurang teliti dalam membeli.
”Ya, tentunya harus cermat. Jangan sampai tergesa-gesa karena ada diskon, tapi kurang teliti dalam membeli,’’ jelas dia.
Tim kemudian bergerak melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Citra Niaga Jombang, (24/3).
Tim yang dipimpin Sekdakab Jombang Agus Purnomo berkeliling pasar untuk memantau harga dan stok pangan jelang Lebaran.
Dalam pantauan itu, Agus mendapati harga sejumlah komoditas pangan masih tinggi.
Baca Juga: Awal Panen Raya, Begini Harapan Petani di Jombang soal Harga Jual Gabah
Kondisi itu, membuat anggota tim geleng-geleng kepala.
Misalnya, harga bawang putih mengalami kenaikan Rp 2 ribu rupiah per kilogram dari sebelumnya Rp 38.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg.
Harga cabai rawit masih di kisarab Rp 80 ribu per kilogram. Harga ini turun Rp 20 ribu. Sebab sebelumnya harga mencapai Rp100 ribu perkilogram.
Tak jauh berbeda, harga daging sapi juga stabil di angka Rp 110.00 per kg. Sementara cabai merah di harga Rp 40 ribu per kilogram.
”Untuk cabai mulai turun sejak awal bulan Ramadan. Kenaikan bawang putih juga sama naik sejak awal Ramadan,” kata Yitno salah satu pedagang, (24/3).
Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok memang terjadi kenaikan.
Namun perubahan harga ini masih dibatas wajar.
”Hasil pengecekan kami tadi memang ada beberapa item bahan pangan yang harganya berubah naik dan turun. Namun dari hasil obervasi kita nilai perubahannya tidak signifikan sehingga masih terkendali,” paparnya.
Pihaknya memastikan jika saat ini stok kebutuhan bahan pokok seperti daging ayam, daging sapi, serta bahan lainnya masih mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.
“Alhamdulilah stok aman. Semua masih mencukupi hingga lebaran naik. Sehingga tidak terjadi gejolak harga pasar yang menimbulkan kepanikan masyarakat,” terangnya.
Kendati demikian pihaknya akan terus melakukan pengawasan melalui satgas pangan yang akan bekerja melakukan pemantuan harga di lapangan.
”Terus kita awasi, ini bagian dari menjaga stabilisasi harga pangan,” terangnya.
Ia mengatakan, kegiatan pemantauan dilakukan seiring meningkatkan animo masyarakat yang ingin membeli stok bahan pangan jelang Lebaran.
Baik bahan pokok atau suguhan di rumah saat Idul Fitri.
”Kita menindaklanjuti instruksi dari bapak bupati (Warsubi, Red) dan pak wabup (Salmanudin, Red) untuk untuk melakukan pantauan harga maupun stok jelang Lebaran,’’ jelas dia.
Dari sisi harga dan stok pangan, ia menyebut masih aman hingga satu bulan ke depan.
”Insya Allah aman, baik beras, gula, minyak dan lain-lain aman, dan harga sampai saat ini tidak ada kenaikan,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz