Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Awal Panen Raya, Begini Harapan Petani di Jombang soal Harga Jual Gabah

Ainul Hafidz • Sabtu, 22 Maret 2025 | 22:51 WIB

 

DIANGKUT: Buruh tani tengah mengakut gabah yang baru saja dipanen di Desa Jabon, Kecamatan Jombang.
DIANGKUT: Buruh tani tengah mengakut gabah yang baru saja dipanen di Desa Jabon, Kecamatan Jombang.

JombangBanget.id – Harga jual gabah di awal panen raya padi di Jombang cenderung bagus.

Harga di tingkat petani rata-rata Rp 6.500 per kilogram untuk gabah kering panen (GKP).

Petani berharap harga jual gabah tetap stabil hingga puncak panen raya sekitar April nanti.

Salah satunya diungkapkan Sarwi petani di Dusun Gondekan, Desa Jabon, Kecamatan Jombang yang baru saja memanen padi. Gabah miliknya dijual langsung ke penebas.

”Ini dijual ke bakol dari Nganjuk dikasih harga Rp 6.500 per kilogram,” kata Sarwi.

Harga tersebut menurut dia, gabah sudah dalam sak atau karung. Sebab, untuk biaya angkut gabah dari sawah ke pinggir jalan jadi tanggungan penebas.

”Sementara mesin combine yang cari ini petani, rata-rata Rp 350 ribu,” imbuh dia.

Harga jual gabah Rp 6.500 per kilogram dinilai sudah bagus. Sebab, biasanya ketika dijual ke penebas harganya di bawah Rp Rp 6.000 per kilonya.

”Malah dulu pernah Rp 5.000 per kilogram, mudah-mudahan harganya stabil,” ujar Sarwi.

Diakui, poktan wilayah setempat sebelumnya sudah menyosialisasikan ketika panen raya, petani bisa menjual gabah ke pihak Bulog.

”Saya sengaja tidak jual ke Bulog, karena prosesnya mungkin lama. Apalagi sekarang mau hari raya (Idul Fitri),” tutur dia.

Baca Juga: Disperta Jombang Optimistis Rencana Pengadaan Beras untuk ASN Lindungi Harga Gabah Petani

Sedangkan kondisi tanaman sudah siap panen. Dikhawatirkan, ketika tak segera dipanen, berdampak ke kualitas gabah.

”Pertama ketika terlalu tua ini rentan ambruk, takutnya kena hujan malah harganya jatuh,” kata Sarwi sembari menyebut sawah miliknya seluas 5.600 meter persegi diperkirakan dapat 4 ton gabah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang M Rony mengakui, saat ini sejumlah wilayah memasuki awal panen raya padi.

Diperkirakan puncaknya berlangsung pada April nanti menyebar di tiap kecamatan dengan luas hampir 21.000 hektare.

Harga di tingkat petani rata-rata sesuai dengan aturan, Rp 6.500 per kilogram.

”Sudah dua minggu ini, instruksi dari Presiden Prabowo Subianto harga gabah kering panen Rp 6.500. Di pasaran itu ada yang lebih dan di bawah Rp 6.500 per kilogram,” kata Rony.

Diakui, tak setiap wilayah gabah petani terserap oleh Bulog. Beberapa di antaranya melalui penebas atau pihak swasta.

”Karena kuota serapan gabah oleh Bulog yang wilayahnya di Mojokerto dan Jombang itu targetnya 47.000 ton beras, sedangkan produksi di Jombang saja 150.000 ton beras. Sehingga ada peran swasta yang juga melaksanakan pembelian gabah,” imbuh dia.

Harga Rp 6.500 per kilogram menurut Rony, dengan catatan gabah sudah dalam karung dan di pinggir jalan.

”Paling penting kondisi gabah juga relatif layak, tidak terendam dan sebagainya,” kata Rony. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#panen padi #jual #Jombang #bulog #penebasan #harga gabah #disperta jombang #gabah #Petani