Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ramadan Obat Hati

Ainul Hafidz • Jumat, 21 Maret 2025 | 13:19 WIB
Ubaidillah Ichsan SPd, sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Diwek, Jombang.
Ubaidillah Ichsan SPd, sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Diwek, Jombang.

RAMADAN adalah madrasah tempat, di mana kita banyak belajar tentang hidup dan kehidupan agar siap menghadapi hidup dan mampu melihat persoalan jauh ke depan.

Jika melihat kurikulum Ramadan, banyak pelajaran yang bisa dipetik serta bisa disebut sebagai obat hati yang melahirkan sifat-sifat terpuji.

Pertama, melahirkan sifat sabar, ulet, dan tahan uji

Baca Juga: Kalam Jumat: Ramadan (3)

Puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tapi merupakan sebuah madrasah atau sekolah kehidupan yang melatih kesabaran.

Bagi seorang mukmin, tertimpa musibah dan mendapatkan kesenangan adalah sama-sama baik akibatnya, karena keduanya merupakan ujian.

Sebagaimana suatu musibah, jika dihadapi dengan sabar, itu adalah kebaikan dan berpahala.

Demikian pula kesenangan yang disyukuri, juga merupakan kebaikan yang diiringi pahala.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ”Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik.” (HR Muslim: 2999).

Kedua, melahirkan sifat istiqamah

Istiqamah secara bahasa berarti lurus atau tegak. Dalam konteks agama, istiqamah merujuk pada keteguhan hati dan konsistensi dalam menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.

Istiqamah adalah kunci keberhasilan seorang muslim dalam mengarungi kehidupan dunia dan akhirat.

Baca Juga: Ramadan Ibarat Kompetisi

Berbagai manfaat sudah dijanjikan oleh Allah SWT untuk orang yang senantiasa istiqamah dalam mengerjakan kebaikan selama hidupnya.

Hal terbesar yang dapat dirasakan, yakni diberikan ganjaran berupa surga dengan segala nikmatnya.

Seperti yang dijelaskan dalam firman-Nya: ”Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ’Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian istiqomah (tetap dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS Fushshilat: 30).

Ketiga, melahirkan sifat ikhlas

Puasa adalah ibadah yang bersifat sangat pribadi. Hanya Allah SWT dan individu yang berpuasa yang mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak.

Sifat rahasia ini melatih kita untuk beribadah semata- mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau dilihat oleh orang lain dengan tujuan menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah.

Jadi berpuasa bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter mulia.

Karena melalui puasa, seseorang dilatih menjadi lebih sabar, empati dan menjadi pribadi yang istiqamah serta menumbuhkan sifat ikhlas dalam diri, yang akan membawa kita lebih dekat kepada Allah SWT.

Penulis:

Ubaidillah Ichsan SPd

Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Diwek 

Editor : Ainul Hafidz
#Jumat #kolom #Jombang #ramadan #Diwek #muhammadiyah