JombangBanget.id – Pemerintah pusat menuntaskan pembangunan saluran irigasi Pariterong (Papar-Turi-Peterongan) tahun lalu.
Hanya saja sampai saat ini jaringan irigasi belum bisa difungsikan.
Proses uji alir juga terkendala sedimentasi di daerah hulu saluran.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, pascarampung dibangun 2024 lalu, pihak pemilik kewenangan irigasi sudah melakukan dua kali uji alir.
”Jadi uji alirnya sudah dua kali, kalau tidak salah akhir 2024. Secara fungsi memang agak berbeda dengan perencanaan, karena proses pembangunan tidak sekaligus, butuh hampir 20 tahun baru selesai,” kata Sultoni kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (14/3).
Dijelaskan, karena proses pembangunan membutuhkan waktu lama, hal ini berpengaruh ke kondisi bagian hulu saluran di Desa Kepuhkajang, Kecamatan Perak.
Sebab, rata-rata sudah menumpuk sedimentasi lantaran selama ini belum pernah dilakukan pemeliharaan.
”Sehingga titik bangunan lama penuh sedimen, butuh pembersihan dan dikeruk. Baru proses uji alir bisa lancar, mengetahui kapasitas irigasi Pariterong sesuai rencana atau belum,” imbuh dia.
Dari dua kali uji coba itu, perjalannya mengalami kendala. Uji alir yang rencananya sepanjang irigasi dialiri air, tak bisa dilakukan.
Lantaran masih banyaknya sedimentasi di bagian hulu Pariterong.
”Jadi kendalanya kemarin itu sedimentasi, misalnya sudah diisi air 3 meter kubik, ternyata di hulu sudah penuh. Sehingga air yang mau masuk dari Induk Mrican ke irigasi Pariterong terkendala,” ujar dia.
Baca Juga: Pekerjaan Jalan Provinsi Terdampak Proyek Irigasi Pariterong Jombang Ditarget Akhir Bulan Ini Tuntas
Sehingga proses uji tak bisa sampai ke hilir irigasi.
”Harus dikeruk dahulu dan sekarang posisinya belum dinormalisasi. Karena beberapa lokasi ini sedimentasinya hampir separo,” kata Sultoni. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz