JombangBanget.id – Suasana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Jombang tampak berbeda saat Ramadan ini.
Menyusul, para warga binaan diajak untuk menjalankan ibadah bersama-sama.
Mulai tadarus Alquran, salat Tarawih hingga mengikuti pesantren kilat.
Pantauan di lokasi, para warga binaan yang beragama Islam, mendapat pembinaan secara rohani dengan porsi yang lebih banyak dibandingkan hari-hari biasanya.
Mulai tadarus Alquran misalnya, serta salat Duha.
Erik, 40, salah satu warga binaan mengaku awalnya tidak bisa sama sekali membaca Alquran. Namun, kini ia cukup fasih melantunkan ayat suci Alquran.
"Sekarang sudah bisa membaca Alquran, bahkan sebelumnya pernah khatam satu kali. Alhamdulillah," ucapnya.
Terpisah, Kepala Lapas Jombang M. Ulin Nuha mengatakan pihaknya memang membuat beberapa program selama Ramadan.
Mulai tadarus Alquran, khataman, salat Tarawih hingga pesantren kilat bagi santri.
”Adapun yang mengikuti adalah semua warga binaan beragama Islam yang jumlahnya sekitar 772 orang,’’ ujar dia.
Dijelaskan, ratusan warga binaan di antaranya mengikuti di aula, sebagian lainnya membaca Alquran di blok masing-masing dengan pengawasan dan penilaian dari pihak lapas.
Baca Juga: Ramadan, Menghadirkan ”The Supreme Supervisor”
Selain membaca Alquran atau tadarus Alquran, pihak lapas juga mengadakan pembinaan spiritual berupa pondok pesantren selama Ramadan dengan mendatangkan ustad atau tokoh agama dari beberapa pesantren di Jombang.
”Pesantren kilat disambut antusias dan semangat para warga binaan. Sehìngga aura keislaman mereka lebih tampak kehidupan sehari-hari di lapas Jombang,’’ jelas dia.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menambah ilmu dan wawasan serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
”Mudah-mudahan pesantren kilat ini dapat menambah wawasan mereka di bidang keilmuan keagamaan yang nantinya dapat bermanfaat setelah keluar dari lapas Jombang," pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz