RAMADAN adalah bulan yang penuh berkah dan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT bagi umat Islam.
Dalam tulisan ini, kita akan mengupas tentang bagaimana Ramadan mengajarkan umat Islam untuk menyadari bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap tindakan kita.
Allah SWT sebagai ”The Supreme Supervisor” atau secara kata ”Maha Pengawas” berasal dari bahasa Arab al-Raqib, dengan arti ”Yang Maha Mengawasi”.
Allah SWT dikenal dengan banyak nama yang menggambarkan sifat-Nya yang agung, dan salah satunya adalah al-Raqib.
”Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hadid: 4).
Puasa di bulan Ramadan mengajarkan umat Islam untuk memposisikan Allah SWT sebagai Maha Pengawas dalam setiap tindakan mereka, paling tidak ada empat implikasinya sebagai berikut:
Pertama, Kesadaran akan Pengawasan Allah SWT dalam Setiap Amalan
Baca Juga: Ramadan dalam Perspektif Deep Learning dan Literasi Digital
Meskipun tidak ada seorang pun yang mengawasi secara langsung apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak, umat Islam meyakini bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap tindakan mereka.
Dalam Alquran, Allah SWT berfirman: ”Dan sembunyikanlah perkataanmu atau nyatakanlah, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS Al-Mulk: 13). Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada yang tersembunyi dari Allah SWT, bahkan apa yang ada dalam hati sekalipun.
Kedua, Menjaga Kehormatan dan Tanggung Jawab
Dalam bulan suci Ramadan, umat Islam belajar untuk menjaga diri dari perbuatan dosa dan maksiat, yang tidak hanya berhubungan dengan tindakan fisik, tetapi juga perbuatan hati.
Baca Juga: Puasa Ramadan di MTsN 9 Jombang: Menyehatkan Raga, Menyucikan Jiwa
Menjaga mulut dari perkataan yang tidak baik, menjaga pandangan, dan menghindari hal-hal yang tidak bermanfaat.
Ketiga, Pengawasan Allah SWT dalam Melakukan Amal Kebaikan
Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal kebaikan, seperti sedekah, membantu sesama, memperbanyak bacaan Alquran, dan melaksanakan salat Tarawih.
Tidak ada yang sia-sia di hadapan Allah SWT, dan setiap perbuatan baik yang dilakukan dengan niat yang benar akan mendapatkan ganjaran dari-Nya.
Rasulullah SAW bersabda: ”Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh dan harta benda kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal perbuatan kalian.” (HR Muslim).
Keempat, Menghindari Riya' dan Pamer
Puasa dan amal ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan harus dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan rida-Nya.
Allah SWT mengingatkan umat Islam untuk tidak melakukan ibadah secara riya' atau pamer, karena tidak akan diterima oleh-Nya.
”Dan janganlah kamu menjadikan Allah sebagai bahan percakapanmu dengan niat pamer dan riya' di hadapan manusia.” (QS Al-Baqarah: 264).
Berpuasa di bulan suci Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap amal perbuatan umat Islam.
Dengan memposisikan Allah SWT sebagai Maha Pengawas dalam setiap tindakan, umat Islam akan merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalani ibadah puasa dan memperbaiki akhlak mereka.
Ramadan mengajarkan kita untuk selalu menjaga keikhlasan, kesabaran, dan kejujuran, serta senantiasa memperbaiki diri untuk meraih rida Allah SWT.
Baca Juga: Jadi Narasumber Kajian Ramadan, Senat Unipdu Jombang Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel
Penulis:
Moh. Ali Said Fauzan
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang
Editor : Ainul Hafidz