Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Puluhan Calon Jemaah Haji di Jombang Belum Lunasi Bipih, Begini Penjelasan Kantor Kemenag

Anggi Fridianto • Rabu, 12 Maret 2025 | 19:15 WIB
DIJEMUR TERIK MATAHARI: Ribuan calon jemaah haji Jombang saat mengikuti manasik haji.
DIJEMUR TERIK MATAHARI: Ribuan calon jemaah haji Jombang saat mengikuti manasik haji.

JombangBanget.id – Jumlah calon jemaah haji (CJH) yang belum melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) tahap 1 cukup banyak.

Data Kemenag Jombang, sebanyak 74 CJH belum melakukan pelunasan dengan sisa waktu tiga hari ini.

Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir mengatakan, per Senin (10/3) sore, jumlah CJH yang belum melakukan pelunasan sebanyak 74 orang.

”Ya, untuk tahap 1 ini ada 74 orang yang belum melakukan pelunasan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Ia mengatakan, jumlah CJH yang siap berangkat terus mengalami perubahan. Dari hasil sinkronisasi, total ada 784 CJH di tahap pertama yang siap berangkat.

Dengan rincian, 768 sesuai urut porsi, dan 16 CJH lansia. ”Ya. memang jumlah jemaah terus bergerak, ini kita terus melakukan sinkronisasi,’’ papar dia.

Per Senin (10/3) ini, ia mengatakan total CJH yang sudah melakukan pelunasan bipih ada 710 orang. Sehingga tersisa 74 orang yang belum melakukan pelunasan.

”Jadi ada beberapa alasan mereka belum mekukan pelunasan. Salah satunya menunggu istitaah dari dinkes,’’ papar dia.

Dijelaskan, istitaah kini menjadi syarat utama agar CJH bisa melakukan pelunasan. Jika hasil istitaah belum keluar maka jemaah disarankan menunggu sampai hasilnya keluar.

”Itu sekarang jadi syarat utama pelunasan bipih,’’ jelas dia.

Pihaknya mengatakan, ketika hasil istitaah keluar, pihak Kemenag melalui petugas KUA akan melakukan door to door untuk memastikan mereka siap berangkat atau tidak.

Baca Juga: Persiapan Haji, 900 CJH di Jombang Urus Paspor

”Kita jempur bola, dengan cara mendatangi rumah warga. Jika mereka siap, tentu kita imbau segera melakukan pelunasan, tapi jika tidak siap maka kita berikan surat pernyataan penundaan keberangkatan,’’ pungkasnya.

Sementara itu, sebanyak 94 calon jemaah haji (CJH) di Jombang mengajukan penggabungan keberangkatan tahun ini.

Jika disetujui pemerintah pusat, mereka bakal membayar biaya penyelenggaraan ibadah haji (Bipih) di tahap II.

Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir menyampaikan, saat ini terdata ada 94 CJH mengajukan penggabungan keberangkatan.

”Tahun ini memang Kemenag RI menyediakan kebijakan itu (penggabungan). Dan sekarang ada 94 yang mengajukan,’’ ujar dia melalui Ilham Rohim Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU).

Ia menambahkan, ada beberapa faktor kenapa CJH mengajukan penggabungan keberangkatan.

Pertama, ingin berangkat bersama suami/istri maupun anak/orang tua. Selain itu, ada juga yang ingin pendamping CJH lansia.

”Jadi mereka ini harusnya tidak masuk porsi keberangkatan tahun ini. Tapi karena anggota yang akan berangkat tahun ini, makanya mengajukan penggabungan,’’ terangnya.

Kebijakan penggabungan, kata dia, mulai ada pada 2024 setelah sebelumnya off selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.

”Memang tidak setiap tahun ada, karena menyesuaikan kebijakan,” jelas dia.

Meski demikian, tak semua usulan akan diterima pemerintah pusat. Ia mengatakan, ada syarat utama mereka bisa dinyatakan lolos.

Pertama, CJH yang mengajukan penggabungan harus daftar haji sebelum 2 Mei 2020. Kedua, harus membayar ongkos bipih sesuai besaran embarkasi Surabaya tahun ini.

”Jumlah besaran yang sesuai dengan kepres (keputusan presiden),’’ jelas dia.

Saat ini, data 94 jemaah tersebut telah diusulkan ke pusat lewat sistem. Dalam waktu dekat, akan diumumkan mereka diperbolehkan atau tidak.

”Ini masih pengajuan ke pusat, dan jika disetujui maka boleh melakukan pelunasan tahap 2,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#haji #Pelunasan #Kemenag Jombang #calon jemaah haji #kantor kemenag #Jombang #bipih #cjh