JombangBanget.id – Tembok penahan jalan (TPJ) longsor di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Jombang hingga kini belum tertangani.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang masih menghitung kebutuhan anggaran untuk perbaikan permanen.
”Hasil identifikasi kemarin total yang longsor sekitar 20-25 meter panjangnya,” ujar Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Bina Marga Agung Setiaji, (11/3).
Ia menambahkan, untuk sementara ini pihaknya memasang tanda pembatas jalan darurat dari drum dan garis pembatas.
Itu dimaksudkan agar bagian yang longsor tidak dilintasi warga.
”Sedangkan untuk rencana perbaikan ini masih kita hitung kebutuhannya,’’ tambahnya.
Agung menyebut, jika melihat kondisi di lapangan, perbaikan tak bisa dianggarkan melalui pemeliharaan.
Sebab, volume yang longsor cukup panjang sehingga membutuhkan anggaran besar. ”Ini kan tidak bisa dilakukan perbaikan rutin kalau secara volume besar,’’ jelas dia.
Selain itu, ia mengaku juga akan berkoordinasi dengan BPBD Jombang. ”Kami koordinasi dengan BPBD, apakah nanti perlu penanganan darurat seperti dikasih bronjong,’’ jelas dia.
Meski demikian, untuk sementara jalan ruas Penggaron-Wonosalam tetap bisa diakses baik kendaraan roda dua dan roda empat.
”Dampaknya sementara ke jalan ruas Penggaron-Wonosalam terganggu, karenanya letaknya di tanjakan. Tapi masih bisa dilalui,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, tembok penahan jalan (TPJ) di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng longsor sepanjang 20 meter.
Akibatnya, kondisi jalan penghubung ruas Penggaron – Wonosalam terganggu. Petugas telah memasang tali pembatas darurat agar pengendara lebih berhati-hati.
”TPJ tersebut longsor akibat tanah labil yang disebabkan hujan deras seminggu lalu,” kata Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz