Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ramadan dan Tradisi Literasi Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari

Ainul Hafidz • Jumat, 7 Maret 2025 | 14:54 WIB
Mukani, Penulis Buku Biografi dan Nasihat KH Hasyim Asy’ari (2016)
Mukani, Penulis Buku Biografi dan Nasihat KH Hasyim Asy’ari (2016)

Tanggal 7 Ramadan 1366 Hijriyah (25 Juli 1947) adalah hari wafat Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Banyak teladan bisa dipetik dari pahlawan nasional asli Jombang ini.

Salah satunya tradisi literasi. Sebuah teladan yang sangat vital dalam menjaga eksistensi peradaban umat.

Kiai Hasyim sosok multidimensi berperan di berbagai bidang. Pemikiran Kiai Hasyim tentang plurarisme beragama, diidentifikasi Nurcholis Madjid (1992) sejajar dengan Ibnu Taimiyyah dari Syiria.

Lathiful Khuluq dalam buku Hasyim Asy’ari: Religious Thought Political Activities (2000), menegaskan banyak kiprah Kiai Hasyim bagi Indonesia.

Salah satu kontribusi besarnya mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad. 

Howard M Federspiel (2000), guru besar McGill University Kanada, mendeskripsikan Kiai Hasyim bukan merupakan ulama yang menolak perubahan.

Tetapi, agaknya, sebagai seseorang yang tertarik perubahan. Meski hanya di dalam sistem tradisional Islam sendiri.

Hal senada ditulis James J Fox (2009). Guru besar antropologi di Australian National University ini adalah orang pertama yang menyebut Kiai Hasyim layak bergelar waliyullah.

Kiai Produktif

Selama hidup, setidaknya 23 karya tulis dihasilkan Kiai Hasyim. Baik kitab, risalah atau tulisan pendek.

Semua terkait problematika yang dihadapi masyarakat. Lalu Kiai Hasyim memberi alternatif solusinya.

Baca Juga: Tekan Inflasi, Pemkab Jombang Geber Operasi Pasar Selama Ramadan

Di antara karya tulis Kiai Hasyim adalah Adabul ‘Alim wal Muta’allim, al-Nurul Mubin, al-Tanbihat wal Wajibat, al-Durar al-Muntatsirah, al-Tibyan, al-Mawa’iz.

Risalah Ahlis Sunnah wal Jama’ah, Dha’ul Mishbah, al-Qanun al-Asasi Li Jam’iyyatin Nahdhatil ‘Ulama, al-Qala’id, al-Risalah al-Tauhidiyyah dan sebagainya.

Tradisi literasi yang sudah dicontohkan Kiai Hasyim harus terus digelorakan masyarakat Jombang.

Sebagai warga Kota Santri, sudah sepatutnya menjadikan literasi sebagai inspirasi meneguhkan jati diri. Terutama dalam menjawab problematika masyarakat sekitar.

Kiai Hasyim sudah memberi teladan sebagai muslim paripurna. Tidak hanya menjadi orang Islam yang ‘alim dan mengamalkan ilmunya. Tapi juga mencintai bangsanya (wathani).

Terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui berbagai karya tulis yang sudah dipublikasikan.

Penulis:

Mukani, Penulis Buku Biografi dan Nasihat KH Hasyim Asy’ari (2016)

Editor : Ainul Hafidz
#KH Hasyim Asy'ari #opini #penulis buku #literasi #Jombang #ramadan #tradisi #biografi