Jombangbanget.id - Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (4/3), Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan penyebab hati mati.
’’Ibrahim bin Adham menjelaskan 10 hal yang menyebabkan hati mati sehingga doa tidak terkabul,’’ tuturnya.
Pertama, mengenal Allah SWT, tapi tidak menunaikan hak-Nya. Rasulullah Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya hak Allah terhadap hamba-Nya adalah mereka menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan hak hamba terhadap Allah -'azza wajalla- adalah tidak menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Kedua, membaca kitabullah Alquran, tapi tidak mengamalkannya.
Rasulullah bersabda;Orang yang baca Alquran dan mengamalkan isinya, kelak di akhirat akan dibela oleh Alquran.
Sebaliknya, orang yang baca tapi tidak mengamalkan, kelak akan dituntut oleh Alquran.
Ketiga, mengaku cinta kepada Rasulullah, tapi meninggalkan sunahnya. Allah SWT berfirman di QS Alhasyr 7.
Dan apa yang diberikan (disampaikan) Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
Keempat, mengaku memusuhi setan, tapi justru mengikutinya. Allah SWT berfirman di QS Al-Baqarah 208; Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.
Kelima, mengatakan cinta pada surga, tapi tidak beramal untuk mendapatkannya. Nabi bersabda; Aku tidak pernah melihat seperti neraka, orang-orang yang takut darinya tertidur (tidak beramal untuk dijauhkan dari siksaannya). Dan aku tidak pernah melihat seperti surga, orang-orang yang menginginkannya tertidur (tidak beramal agar dapat memasukinya).
Keenam, mengatakan takut pada neraka, tapi malah menggadaikan diri kepadanya. Nabi bersabda: Jauhilah neraka walau hanya dengan bersedekah sepotong kurma, kalau tidak dapat maka dengan perkataan yang baik.
Ketujuh, mengatakan bahwa kematian itu benar adanya, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi: Kapan hari kiamat tiba? Nabi balik bertanya: Apa yang sudah engkau persiapkan untuk menghadapinya? Sahabat tersebut menjawab: Tidak ada yang spesial, kecuali cintaku kepada Allah dan Rasul-Nya. Nabi bersabda: Engkau akan bersama orang yang kau cinta di akhirat nanti.
Baca Juga: Binrohtal, Selama Ramadan Sufi Tidak Tidur
Kedelapan, sibuk mencari aib orang lain, tapi mengabaikan aib diri sendiri. Nabi bersabda: Jauhilah buruk sangka, karena buruk sangkah adalah ungkapan yang paling dusta, dan janganlah kalian menguping pembicaraan orang lain, dan jangan mencari-cari keburukan orang lain, dan jangan bersaing yang tidak sehat, dan jangan saling iri, dan jangan saling bermusuhan, jangan saling membelakangi (menjauhi), dan jadilah kalian hamba Allah yang saling bersaudara.
Kesembilan, menikmati karunia dan rezeki Allah SWT, tapi tidak mensyukurinya. Cara bersyukur yakni dengan menggunakan rezeki untuk beribadah kepada Allah SWT.
Kesepuluh; mengubur orang mati, tapi tidak mengambil pelajaran darinya. Nabi bersabda: Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kenikmatan yaitu kematian. Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka ia akan merasa cukup dengan yang sedikit, dan barangsiapa yang mengetahui bahwa ucapannya adalah bagian dari perbuatannya maka akan sedikit ucapannya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz