JombangBanget.id - Pengasuh Pondok Pesantren Halimiyah Tambakberas, Jombang, KH Lukman Hakim, menjelaskan keutamaan umat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.
’’Keutamaan umat Nabi Muhammad SAW itu datang paling belakangan tapi nanti masuk surganya paling awal,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (3/3).
Secara fisik, umat Nabi Muhammad SAW tidak sebesar umat-umat terdahulu.
Umurnya juga lebih pendek dibanding umat-umat terdahulu. Nabi bersabda; Usia umatku berkisar antara 60 hingga 70 tahun.
Sedikit sekali di antara mereka yang melebihi usia tersebut.
’’Tapi dari sisi pahala, umat Nabi bisa mendapatkan jauh lebih banyak,’’ terangnya.
Ini karena Allah SWT memberi pahala istimewa untuk amal-amal yang dilakukan di waktu dan tempat tertentu.
Tempat tertentu contohnya hadis Nabi Muhammad SAW. Sekali ibadah di Masjidil Haram Makkah pahalanya sama dengan seratus ribu kali di masjid lain.
Sekali ibadah di Masjid Nabawi Madinah pahalanya sama dengan seribu kali di masjid lain. Sekali ibadah di Masjidil Aqsa Palestina pahalanya sama dengan 500 kali di masjid lain.
’’Allah SWT juga memberikan waktu-waktu tertentu yang membuat pahala amal dilipatkan gandakan,’’ ungkapnya.
Di antaranya di bulan Ramadan. Pada bulan Ramadan, ibadah sunah diberi pahala seperti amal wajib. ’’Pahala amal wajib diberi pahala 70 kali lipat,’’ jelasnya.
Baca Juga: Binrohtal, Keutamaan Puasa Ramadan Melebihi Jihad di Medan Perang
Di Ramadan ada malam lailatul qadar. Pahala ibadah pada malam lailatul qadar setara dengan ibadah selama 83 tahun.
Pahala mencari ilmu di bulan Ramadan juga berlipat ganda. Nabi bersabda; Barangsiapa hadir di majelis ilmu pada bulan Ramadan, maka Allah menulis bagi orang tersebut tiap-tiap langkah kakinya sebagai ibadah satu tahun.
Nabi bersabda; Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh.
Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.
Menurut Sayidina ‘Ali ibn Abi Thalib karramallahu wajhah, keutamaan yang dungkap hadis di atas diperuntukkan kepada orang yang membacanya di luar salat walaupun tidak dalam keadaan suci.
Sementara keutamaan orang yang membaca ayat Alquran dalam salat, dan dilakukan saat berdiri, maka balasannya 100 kebaikan per huruf.
Jika dibaca pada saat duduk salat, balasannya 50 kebaikan. Dibaca di luar salat dan dalam keadaan suci, balasannya 25 kebaikan.
Sungguh Allah Mahakuasa melipatkan balasan atas kebaikan hamba-Nya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz