Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Selama Ramadan Sufi Tidak Tidur

Rojiful Mamduh • Minggu, 2 Maret 2025 | 14:16 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Madienah Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad menjelaskan puasanya orang sufi.

’’Selama puasa orang sufi itu tidak tidur, tetapi bisa tertidur,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (27/2).

Kiai Najib menjelaskan, Allah SWT sangat cinta kepada orang-orang yang berpuasa. Sampai-sampai Allah SWT sendiri yang memberi nilai puasa tiap hamba.

Bahkan Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Bagi Allah SWT, bau mulut orang berpuasa itu lebih harum dibanding minyak yang paling wangi.

Tidurnya orang puasa dicatat beribadah. Dan diamnya orang yang berpuasa diberi pahala seperti membaca tasbih.

’’Ini semua menunjukkan Allah SWT sangat cinta kepada orang yang berpuasa Ramadan,’’ tegasnya.

Sampai-sampai Nabi bersabda; Orang yang tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadan tanpa uzur, maka secara keutamaan tidak bisa digantikan meskipun diganti dengan puasa sepanjang tahun.

Secara fikih, orang yang tidak puasa sehari di bulan Ramadan, maka bisa diganti dengan puasa sehari di luar Ramadan.

’’Karena secara keutamaan puasa sehari Ramadan tidak tergantikan dengan puasa sepanjang tahun, maka para ahli sufi banyak yang memaksa tetap berpuasa meskipun sedang sakit atau dalam perjalanan,’’ urainya.

Meskipun sakit dan dalam perjalanan itu termasuk uzur yang menyebabkan seseorang boleh tidak berpuasa.

Karena tidurnya saja dinilai beribadah, maka ahli ibadah memilih memperbanyak ibadah dibanding tidur.

Baca Juga: Binrohtal, Bersihkan Diri dari Enam Dosa Ini Sebelum Ramadan

’’Tapi ahli sufi berpikir, kalau tidurnya saja bernilai ibadah, berarti Allah SWT sangat cinta. Orang yang cinta pasti pencemburu. Seorang kekasih pasti marah jika kekasihnya datang kok malah ditinggal tidur,’’ urainya.

Maka ahli sufi tidak tidur selama puasa.

’’Digunakan semua waktunya untuk mendekat kepada sang kekasih yakni Allah SWT. Saat puasa mereka tidak tidur, tetapi bisa tertidur,’’ ungkapnya.

Tidur itu dilakukan dengan adanya persiapan, misalnya berbaring di tempat tidur.

Sedangkan tertidur, itu dilakukan tanpa persiapan. Misalnya sedang ngaji lalu tertidur. Sedangkan baca Alquran lalu tertidur.

Imam Syafii termasuk ahli sufi dan kekasih Allah SWT. Beliau tidak pernah tidur selama puasa.

Seluruh waktunya digunakan untuk membaca Alquran sehingga bisa khatam Alquran 30 juz dalam siang hari. Dan khatam Alquran 30 juz di malam hari.

Imam Syafii tiap Ramadan khatam Quran 60 kali. Setiap hari khatam sekali di siang hari dan sekali di malam hari.

Agar bisa melakukan itu tentu saja tidak tidur. Meski bisa saja disela-sela membaca sempat tertidur. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tidak #sufi #puasa #masjid #Binrohtal #polres #Jombang #ramadan #tidur