JombangBanget.id – Setelah sempat menunggu beberapa saat, jamaah Masjid Baitul Mukminin Jombang akhirnya melaksanakan salat Tarawih pertama pada Jumat (28/2).
Itu setelah pemerintah berdasarkan sidang isbat menetapkan awal Ramadan jatuh pada 1 Maret.
Ketua Takmir Baitul Mukminin Jombang H Mastur Baidlowi membenarkan jamaah Masjid Baitul Mukminin mulai menggelar salat Tarawih pertama pada Jumat (28/2), setelah pemerintah mengumumkan penetapan awal Ramadan berdasarkan hasil sidang isbat jatuh pada 1 Maret.
”Karena sudah ada keputusan dari pemerintah maka kita melaksanakan tarawih,” terangnya.
Tarawih di Masjid Baitul Mukminin Jombang agak berbeda dengan umumnya salat Tarawih di masjid yang lain.
”Kalau di sini 1 juz semalam,” ungkap Baidlowi.
Sementara itu, kegiatan rukyatul hilal yang dilakukan di Jombang untuk menentukan awal Ramadan 1446 H di rooftop gedung Bank Jombang Tower, Jumat (28/2) sore belum berhasil melihat hilal. Salah satunya dipengaruhi kondisi cuaca.
Pantauan di lokasi, tampak hadir perwakilan Kanwil Kemenag Jatim, Kemenag Jombang, perwakilan Pemkab Jombang.
Perwakilan Kemenag wilayah setempat, sejumlah organisasi Islam serta Lembaga Falaqiyah Nahdlatul Ulama (LNFU) Jombang.
Dari hasil pemantauan yang dilakukan petugas, semua satu suara mengatakan belum melihat hilal.
”Cuaca sore ini gerimis disertai mendung tebal, sehingga hilal tak terlihat,” terang Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (28/2).
Ia mengatakan, sebenarnya ada dua metode penentuan hilal, yakni metode rukyatul hilal dan hisab.
”Kita menggunakan metode rukyatul hilal. Sedangkan teman-teman kita di Muhammadiyah maupun sebagian pondok menggunakan metode hisab,” terangnya.
Alasan kegiatan rukyatul hilal digelar di rooftop Bank Jombang Tower karena gedung tersebut memiliki ketinggian mencapai sekitar 86 meter.
Gedung ini dinilai lebih tinggi daripada gedung lain di Jombang.
”Dibandingkan tempat lain, gedung ini yang tertinggi,” terangnya.
Ia mengatakan, hasil rukyatul hilal di Jombang akan dikirimkan ke Kemenag pusat beserta hasil rukyatul hilal yang dilakukan di daerah-daerah lain sebagai dasar saat sidang isbat penentuan awal Ramadan.
”Penentuan dilakukan oleh Kemenag pusat dengan hasil pemantauan di daerah-daerah,” jelas dia.
Jika di semua daerah tidak ada yang terlihat, lanjut Muhajir, maka awal Ramadan berpotensi tidak ditetapkan besok.
Sebaliknya, jika ada yang terlihat maka akan ditetapkan 1 Ramadan pada 1 Maret.
”Hasil pemantauan di Jombang akan laporkan ke Kemenag pusat,” tandasnya. (fid/ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz