Oleh Abdul Haris SPd (Kepala MTsN 9 Jombang)
Ramadan adalah bulan paling mulia. Maka umat Islam juga harus berupaya menunjukkan dirinya sebagai umat yang paling mulia.
Baik dalam hal yang berhubungan langsung dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia.
Ramadan harus kita sambut dengan bahagia dan riang gembira.
Karena banyaknya rahmat, ampunan dan anugerah yang diberikan Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam QS Yunus 58.
Katakanlah: "Dengan fadol dan rahmat-Nya, hendaklah mereka bergembira. Fadol Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
Dalam Tafsir Jalalain disebutkan, fadol itu agama Islam. Sedangkan rahmat itu Alquran.
Termasuk dalam fadol itu, kesempatan hidup di bulan Ramadan. Serta kesempatan melaksanakan ibadah puasa.
Kita harus senang berjumpa Ramadan dan bisa berpuasa. Karena banyak teman, saudara dan tetangga, yang Ramadan lalu masih hidup. Namun kini sudah tiada.
Orang yang gembira menyambut Ramadan tentu akan maksimal ibadahnya.
Sehingga Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang gembira dengan datangnya Ramadan maka Allah SWT mengharamkan jasadnya dari neraka.
Baca Juga: Binrohtal, Keutamaan Puasa Ramadan Melebihi Jihad di Medan Perang
Di bulan Ramadan ini, umat Islam harus memberi contoh dalam hal keamanan dan ketenangan.
Nabi bersabda; Seorang muslim membuat orang lain selamat dari gangguan lidah dan tangannya.
Dan seorang mukmin membuat orang lain merasa aman darahnya dan hartanya.
Tiap datangnya hilal awal bulan, Nabi mengajari doa; Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal iman was salamati wal islam.
Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keamanan dan keimanan, serta keselamatan dan keislaman.
Doa minta aman didahulukan karena dengan aman, maka ajaran Islam akan bisa terlaksana dengan baik.
Selama Ramadan, kami berupaya menghadirkan kegiatan belajar dan mengajar yang menyenangkan dan menenangkan.
Di antaranya dengan lebih mengintensifkan kegiatan membaca Alquran empat halaman bersama-sama tiap hari.
Mengadakan kajian kitab Taisirul Kholaq guna membentengi akhlak siswa.
Juga memberikan buku penghubung untuk mengontrol ibadah harian siswa yang dilakukan bersama orang tua.
Serta mengadakan pondok Ramadan khusus bagi siswa kelas 9. (*)
Editor : Ainul Hafidz