Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Keutamaan Puasa Ramadan Melebihi Jihad di Medan Perang

Rojiful Mamduh • Jumat, 28 Februari 2025 | 14:18 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Putri Tebuireng, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, menjelaskan keutamaan puasa Ramadan.

’’Keutamaan puasa Ramadan melebihi jihad di medan perang melawan orang kafir,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (27/2).

Gus Fahmi lalu menceritakan kisah mimpi sahabat Thalhah Bin Ubaidillah.

Ada dua orang lelaki bertakwa dari suku Qudha'ah yang ringan tangan membantu dengan harta maupun tenaga untuk dakwah Islam.

Hingga suatu saat keduanya dengan gembira memenuhi panggilan jihad dan berharap mati syahid yang dijamin masuk surga.

Dalam perang tersebut, seorang meninggal syahid. Sedangkan seorang lainnya pulang membawa kemenangan gemilang.

Setahun kemudian, ia meninggal karena sakit. Suatu malam, Thalhah bermimpi tentang keduanya.

Saat itu, Thalhah berada di depan pintu surga bersama kedua sahabat tersebut.

Tiba-tiba dari dalam surga terdengar suara yang memanggil sahabat yang meninggal karena sakit dan mempersilakan masuk surga.

Setelah itu, baru terdengar suara lagi memanggil sahabat yang mati syahid, dan masuklah ia ke dalam surga.

Lalu kembali terdengar suara dan berkata kepada Thalhah, ’’Kembalilah karena belum waktumu masuk surga.’’ Thalhah pun terbangun dari mimpinya.

Baca Juga: Binrohtal, Muttaqin Lahir dan Batin

Keesokan harinya, Thalhah menceritakan mimpi tersebut kepada sahabat-sahabat lainnya namun mereka tidak percaya.

Bagaimana mungkin sahabat yang meninggal karena sakit dipanggil lebih dahulu masuk surga daripada yang mati syahid.

Kisah ini pun terdengar Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Nabi lalu memanggil Thalhah untuk menceritakan mimpinya.

Mendengar cerita mimpi Thalhah tersebut, Rasulullah membenarkannya dan para sahabat pun heran.

’’Mengapa temannya yang meninggal terakhir masuk surga lebih dahulu dari pada temannya yang meninggal duluan karena mati syahid?’’

Rasulullah bertanya balik: ’’Bukankah temannya itu masih hidup setahun setelah kematiannya?’’ Mereka menjawab: ’’Betul.’’

Rasulullah bertanya: ’’Dan bukankah ia masih mendapati Ramadan, lalu ia berpuasa, melakukan salat ini dan itu selama satu tahun itu?’’

Mereka menjawab: ’’Betul.’’

Maka Rasulullah berkata: ’’Maka jarak antara mereka lebih jauh daripada jarak antara langit dan bumi.

Dari kisah tersebut menunjukkan betapa keutamaan bulan Ramadan dan ibadah di dalamnya dapat mengalahkan keutamaan seorang yang mati syahid.

’’Oleh karena itu, mari kita bersemangat menjalankan ibadah selama bulan Ramadan dengan memahami keutamaan-keutamaan ibadah yang dilakukan. Sehingga bisa menjiwai dan merasakan nikmatnya menjalankan amal kebaikan di bulan Ramadan,’’ pesannya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#keutamaan #puasa #masjid #jihad #Binrohtal #polres #Jombang #ramadan #melebihi #medan perang