JombangBanget.id - Katib Syuriyah MWCNU Jogoroto, Jombang sekaligus Wakil Ketua MUI Jogoroto, KH M Sholahuddin Kariim, menjelaskan pentingnya puasa Ramadan.
’’Puasa Ramadan menjadikan manusia yang muttaqin suci lahir dan batin,’’ tuturnya.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Albaqarah 183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
’’Dalam diri manusia ada dua unsur yang tidak bisa hilang, yaitu akal dan nafsu,’’ tuturnya.
Karakter akal taat kepada Allah dan patuh. Sedangkan nafsu punya kecendrungan untuk bangkang kepada Allah SWT.
’’Perintah puasa untuk menjaga akal supaya tetap dijalan Allah,’’ tegasnya.
Dengan puasa kita dapat mengendalikan hawa nafsu yang semula bermuatan negatif menjadi bermuatan positif. ’’Dalam bahasa Alquran menjadi nafsul mutmainnah,’’ terangnya.
Ketika Allah Ta'ala menciptakan akal, maka Allah berfirman: ’’Wahai akal menghadaplah engkau.’’
Maka akal pun menghadap ke hadapan Allah SWT. Kemudian Allah berfirman: ’’Wahai akal berbaliklah engkau!’’, lalu akal pun berbalik menuruti perintah Allah SWT.
Kemudian Allah Ta'ala berfirman: ’’Wahai Akal! Siapakah Aku?" Lalu akal berkata, ’’Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.
Lalu Allah Ta'ala berfirman: ’’Wahai akal, tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.’’
Baca Juga: Binrohtal, Orang Saleh Dijaga Tujuh Turunan
Setelah itu, Allah Ta'ala menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya: ’’Wahai nafsu, menghadaplah kamu!’’.
Nafsu tidak menjawab dan sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah Ta'ala berfirman: ’’Siapakah engkau dan siapakah Aku?’’
Lalu nafsu berkata, ’’Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.’’ Setelah itu, Allah Ta'ala menyiksanya di dalam neraka panas selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya.
Kemudian Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?"
Lalu nafsu berkata, ’’Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.’’ Lalu Allah Ta'ala memasukkan nafsu ke dalam neraka dingin selama 100 tahun.
Setelah dikeluarkan maka Allah Ta'ala berfirman: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?"
Nafsu tetap menjawab, ’’Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau.’’
Akhirnya Allah SWT memasukkan nafsu ke neraka lapar selama 100 tahun. Hingga akhirnya saat ditanya nafsu menjawab, ’’Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku.’’
Apabila seseorang tidak bisa mengendalikan nafsunya, maka ia akan mendapat kerugian yang amat besar.
Sebagaimana disebutkan dalam QS Shad 26. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.
Imam-Ghazali berkata; Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya. Kesengsaraan adalah saat seseorang dikuiasai nafsunya.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia menundukkan hawa nafsunya untuk tunduk pada ajaran yang aku bawa. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz