Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Renungan Minggu: Perlakukan Sesama Seperti Tuhan Memperlakukan Kita

Rojiful Mamduh • Minggu, 23 Februari 2025 | 14:12 WIB
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,
Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh,

JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya berlaku seperti Tuhan memperlakukan kita.

’’Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah,’’ tuturnya mengutip Roma 15:7.

Dalam lingkup kehidupan masyarakat Israel pada zaman dahulu, ada anggapan bahwa penyakit kusta adalah penyakit kutukan.

Mereka beranggapan Tuhan mengutuk penderita penyakit tersebut. Itu sebabnya mereka harus disingkirkan dari tengah masyarakat.

Di satu sisi penyakit itu memang menjijikkan, menular dan membawa kematian. Karena saat itu belum ada obat-obatan seperti sekarang.

Tentunya anggapan ini tidak benar, bahwa Tuhan mengutuk. Perintah Tuhan untuk menjauhkan mereka dari masyarakat sesungguhnya adalah demi kebaikan semua orang, termasuk si penderita itu sendiri.

Mengenai orang yang sakit kusta ada penjelasan yang dituliskan dalam kitab Imamat pasal 13.

Hal itu sebenarnya hendak membuktikan bahwa Allah peduli terhadap kehidupan manusia, termasuk penderita kusta.

Ada kebiasaan pada zaman itu, untuk memperlakukan dengan semena-mena setiap orang yang terkena kusta.

Tak hanya mengucilkan, tetapi juga memperlakukan mereka layaknya bukan manusia.

Dalam konteks seperti inilah Allah memberi peraturan mengenai penyakit kusta. Allah menunjukkan bahwa ada perbedaan antara umat-Nya dengan bangsa kafir.

Baca Juga: Renungan Minggu: Petolongan Tuhan Tanpa Campur Tangan Manusia

Orang yang berpenyakit kusta dikucilkan bukan hanya agar penyakitnya tak menular ke orang banyak, melainkan juga agar si penderita masuk ke dalam proses penyembuhan dan pemulihan, serta terhindar dari perlakuan semena-mena orang lain.

Jadi apa pun kondisinya, Tuhan tetap memperlakukan manusia sebagai ciptaan yang mulia.

Dalam kondisi sakit sekalipun, penghargaan Allah terhadap manusia tidak berubah. Tuhan Yesus mencintai semua orang yang berdosa, tapi bukan dosanya.

Ini sekaligus menjadi pengajaran bagi kita, bagaimana seharusnya kita memperlakukan sesama manusia, kita harus memperlakukan setiap manusia sebagaimana Allah memperlakukan mereka.

Sebab manusia adalah ciptaan Allah yang termulia, sama seperti kita.

Siapa menghina sesamanya berbuat dosa, tetapi berbahagialah orang yang menaruh belas kasihan kepada orang yang menderita (Amsal 14:21).

’’Tuhan Yesus memberkati,’’ ungkapnya. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#KITA #Tuhan #Renungan Minggu #GPdI House of Prayer Sawahan #memperlakukan #Jombang #pendeta #Petrus Harianto