JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Muhsinin, Tugu, Kepatihan, Jombang, Habib Muhammad bin Salim Assegaf, menjelaskan pentingnya menjadi orang saleh.
’’Orang saleh akan dijaga Allah SWT harta dan anak keturunannya,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Selasa (18/2).
Nabi Musa alahissalam pernah menimba ilmu kepada Nabi Khidhir alaihissalam.
Saat itu, Khidhir bertemu dua anak yatim dan memperbaiki dinding rumah mereka yang hampir roboh.
Peristiwa itu diabadikan dalam QS Alkahfi 82. Adapun dinding rumah, kepunyaan dua anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua.
Sedang ayahnya orang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai dewasa dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya menurut kemauanku sendiri.
Para mufassir mengungkapkan, ayat di atas menjadi dalil bahwa Allah Ta’ala akan memberikan penjagaan kepada orang saleh dan anak keturunannya.
Imam Qurthubi menjelaskan; Allah Ta’ala akan menjaga orang saleh, dirinya dan anak keturunannya, sekalipun jarak (waktunya) jauh.
Diriwayatkan, Allah Ta’ala akan menjaga orang saleh sampai tujuh keturunannya.
Inilah yang ditunjukkan oleh firman Allah SWT dalam QS Al-A’raf 196.
Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Alquran) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.
Baca Juga: Binrohtal, Ini Makna dan Pelajaran dari Ayat Kauniah
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan; Dari ayat ini terdapat dalil bahwa lelaki yang saleh dapat menyebabkan keturunannya terpelihara dan berkah ibadah yang dilakukannya menaungi mereka di dunia dan akhirat.
Yaitu dengan memperoleh syafaat darinya dan derajat mereka ditinggikan ke tingkat yang tertinggi di dalam surga berkat orangtua mereka.
Agar orangtua mereka senang dengan kebersamaan mereka di dalam surga. Hal ini telah disebutkan di dalam Alquran dan sunah.
Sa’id ibnu Jubair meriwayatkan dari Ibnu Abbas; Kedua anak itu terpelihara berkat kesalehan kedua orangtuanya, tetapi tidak ada kisah yang menyebutkan bahwa keduanya berlaku saleh.
Dalam keterangan disebutkan, orangtua tersebut adalah kakek ketujuhnya.
Begitu besar rahmat dan kasih sayang Allah bagi hambaNya yang saleh.
Bukan hanya orang saleh yang mendapat penjagaan dari Allah, tetapi juga anak cucunya hingga tujuh turunan.
Sa’id bin Al-Musayyib pernah berkata kepada anaknya; Sungguh akan kutambahkan jumlah rakaat salat sunah yang kukerjakan demi dirimu agar dirimu terjaga karena sebab kebaikan yang kulakukan.
Suatu ketika, ada maling masuk rumah Rabiah Al Adawiah. Setelah mengantongi barang berharga, si maling hendak keluar namun tidak melihat pintu.
Saat dia menaruh barangnya, dia bisa melihat pintu. Tapi saat dia kembali hendak membawa barangnya, lagi-lagi dia tidak melihat pintu.
Dia lantas mendengar suara tanpa rupa; Meskipun seorang pecinta (muhibb) sedang tertidur, namun Yang Dicintainya (Mahbub) tetap terjaga.
Maka letakkanlah barang curian itu dan keluarlah melalui pintu.
Sungguh Kami menjaganya (Rabiah al-Adawiyah) dan tidak meninggalkannya, walaupun ia dalam kondisi tidur. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz