Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Operator Bendung Karet Jatimlerek Kembali Bertugas, Irigasi Jatimlerek Berangsur Normal

Ainul Hafidz • Sabtu, 15 Februari 2025 | 22:32 WIB
DICEK: Petugas UPT SDA Ploso Dinas PUPR Jombang melakukan cek lapangan ke Bendung Karet Jatimlerek.
DICEK: Petugas UPT SDA Ploso Dinas PUPR Jombang melakukan cek lapangan ke Bendung Karet Jatimlerek.

JombangBanget.id – Petani utara Sungai Brantas kini bisa kembali menggarap sawah.

Itu setelah pasokan air dari irigasi Jatimlerek untuk kebutuhan irigasi sawah petani sudah normal.

Sejumlah operator Bendung Karet Jatimlerek yang sebelumnya dirumahkan kini sudah kembali bertugas.

Kepala Desa Jatimlerek Jadi menjelaskan, aliran air dari irigasi Jatimlerek sudah kembali normal.

Air dari Sungai Brantas sudah bisa masuk ke intake DI (Daerah Irigasi) Jatimlerek menyusul tujuh operator Bendung Karet Jatimlerek sudah kembali bertugas di lapangan.

”Jadi sekarang sudah teraliri air, petani sudah bisa menggarap sawahnya,” kata Jadi dikonfirmasi, Jumat (14/2).

Dijelaskan, usai pertemuan dihelat di kantor desa pada Senin (10/2), ditindaklanjuti BBWS Brantas selaku pihak pemilik kewenangan sungai.

”Rabu (12/2) itu, tujuh operator sudah aktif lagi, sehingga pintu enam yang rusak itu tidak kempes,” imbuh dia.

Aliran air dari Sungai Brantas, lanjut dia, mengalir ke intake irigasi Jatimlerek.

”Biarpun pintu enam masih rusak, setidaknya pasokan air untuk irigasi pertanian sekarang sudah normal,” kata Jadi.

Terpisah, Kepala UPT SDA Ploso Dinas PUPR Jombang Wahyudi tak menampik, kembali normalnya irigasi di Kecamatan Plandaan dan Ploso.

Baca Juga: Soal Dam Karet Jatimlerek Rusak hingga Operator Dirumahkan, Disperta Jombang: 1.211 Hektare Sawah Andalkan Irigasi Jatimlerek

”Jadi operatornya sudah kembali bekerja lagi, sehingga sekarang di sana ada delapan orang,” kata Wahyudi.

Dijelaskan, pintu enam yang rusak butuh penanganan. Hanya saja, sementara ini belum bisa dilakukan, karena debit air sungai masih tinggi.

”Karena pintu yang rusak ini setiap dua jam sekali butuh dipompa, supaya pintunya tidak kempes,” imbuh dia.

Kendati begitu, dia berharap ke depan tak ada problem berkaitan tenaga atau operator. Karena imbasnya dirasakan ke petani.

”Jadi peran petugas terutama Dam Karet Jatimlerek ini vital. Seyogyanya bapak pimpinan yang di atas memperhatikan itu, jangan langsung diberhentikan atau apa. Minimal ada analisa atau konsultasi dahulu,” kata Wahyudi.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi membenarkan terkait keluhan para petani di wilayah utara Brantas.

Selain ditemukan masalah kebocoran pintu bendung, juga minimnya operator Bendung Karet Jatimlerek.

”Untuk Bendung Karet Jatimlerek pada hari Kamis (6/2) pagi jam 06.00 pintu nomor 6 kembali sobek sehingga debit air dari Sungai Brantas tidak bisa masuk ke intake Daerah Irigasi Jatimlerek,” kata Bayu saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (7/2).

Kondisi ini berdampak pada pasokan air yang masuk daerah irigasi Jatimlerek.

”Daerah Irigasi Jatimlerek memiliki luas baku sawah seluas 1.211 Ha dengan posisi sekarang adalah tanaman padi yang akan memasuki waktu panen pada pertengahan bulan Maret minggu ke-3 dan ke-4,” bebernya.

Disinggung terkait informasi sejumlah operator Bendung Karet Jatimlerek dirumahkan, Bayu tak menampik.

”Dan sekarang petugas yang mengoperasikan Bendung Karet Jatimlerek dari 8 personel, sebanyak 7 personel sedang dirumahkan karena belum adanya anggaran untuk honor mereka. Sehingga saat ini tersisa satu tenaga saja di Bendung Karet Jatimlerek yang membutuhkan setiap 2 jam dipompa agar air bisa masuk ke intake Jatimlerek,  hal ini dilakukan karena sobeknya pintu nomor 6,” bebernya.

Terkait permasalahan tersebut, pemkab sedang berupaya mengkomunikasikan dengan Pemprov Jatim.

”Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini sedang berupaya untuk mengkomunikasikan hal tersebut kepada PU SDA Provinsi Jatim sebagai pemilik kewenangan pada daerah irigasi Jatimlerek dan BBWS Brantas sebagai pemilik aset Bendung Karet Jatimlerek,” tegasnya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #Bendung Karet #irigasi #Jatimlerek #sawah #Tenaga #Jombang #operator #Dirumahkan