JombangBanget.id - Pengasuh PP Shofwanul Hikmah, Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang, KH Moh Roihan Sugondo, menjelaskan nasihat Syekh Hatim Al Ashom.
’’Ada enam nasihat beliau yang sangat manfaat bagi kita,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (12/2).
Pertama, hanya amal saleh yang akan kekal menemani kita hingga ke alam kubur.
Segala yang kita peroleh di dunia ini—baik itu kekayaan, kedudukan, atau harta—tidak akan bertahan setelah kita meninggal dunia.
Hanya amal-amal saleh yang akan kita bawa ke akhirat. Sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Mulk 2.
Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.
Kedua, manusia agar selamat harus menundukkan hawa nafsu. Nafsu yang tidak terkendali bisa menjerumuskan seseorang dalam keburukan.
Sedangkan nafsu yang terkendali menjadi salah satu ciri orang yang bertakwa.
Sebagaimana disebutkan dalam QS An-Nazi’at 40-41: Adapun orang yang takut akan kedudukan Tuhan-Nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat kembali.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Orang yang kuat bukanlah orang yang bisa mengalahkan musuhnya, tetapi orang yang kuat adalah orang yang bisa menahan hawa nafsunya saat marah.
Ketiga, banyak orang yang menumpuk-numpuk hartanya, tanpa mau membelanjakanya di jalan yang benar.
Baca Juga: Binrohtal, Keutamaan Malam Nifsu Syakban
Harta itu akan rusak, yang kekal adalah membelanjakan harta di jalan Allah SWT. Seperti untuk zakat, sedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim.
Juga untuk membantu syiar Islam lainnya. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat An-Nahl ayat 96: Apa yang ada di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.
Alkisah, Khalifah Umar bin Abdul Aziz sangat memperhatikan penggunaan harta untuk kepentingan umat.
Di masa pemerintahannya, sangat memprioritaskan dana negara untuk kepentingan rakyat dan pembangunan fasilitas umum yang bermanfaat.
Beliau berkata, ’’Harta ini bukan milikku, tapi milik umat. Maka aku akan menggunakannya untuk mereka.’’
Keempat, banyak orang merasa mulia, karena banyak pengikutnya, tinggi pangkatnya dan lain-lain.
Mereka lupa bahwa yang paling mulia dihadapan Allah SWT adalah orang yang paling bertakwa. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Al-Hujurat ayat 13.
Rasulullah bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya Allah tidak melihat tubuh kalian dan tidak melihat rupa kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.
Kelima, banyak orang mencela orang lain demi keuntungan diri sendiri. Padahal setiap celaan bakal kembali kepada si pencela itu sendiri.
Allah SWT maha kuasa untuk meninggikan dan merendahkan siapapun yang dikehendaki.
Allah SWT berfirman dalam QS Az-Zukhruf 32: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami membagi di antara mereka rezeki mereka dalam kehidupan dunia.
Nabi bersabda; Seorang muslim adalah orang yang membuat orang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.
Keenam, banyak orang menjadikan orang lain sebagai musuhnya untuk memuaskan dirinya dan mencapai keinginanya. Hal ini bertentangan dengan ajaran Islam.
Karena musuh sejati kita adalah setan. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Fathir ayat 6.
Sesungguhnya setan itu musuh bagimu. Juga seperti ditegaskan dalam QS Almaidah 91.
Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz