Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Keutamaan Malam Nifsu Syakban

Rojiful Mamduh • Selasa, 11 Februari 2025 | 13:58 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan keutamaan malam nisfu Syakban.

’’Di bulan Syakban ini ada malam yang istimewa yaitu malam nisfu Syakban, malam tanggal 15 Syakban,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (10/2).

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ada lima malam yang doa-doa tidak akan ditolak.

Malam satu Rajab, malam Jumat, malam nisfu Syakban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Nisfu Syakban tahun ini jatuh pada Jumat (14/2) sehingga dimulai sejak Kamis (13/2) bakda Magrib.

’’Malam nisfu Syakban tahun ini tidak sekedar istimewa tapi super istimewa karena sekaligus bareng dengan malam Jumat. Kesempatan emas ini jangan disia-siakan,’’ ungkapnya.

Di malam nisfu Syakban, kita dianjurkan salat hajat kemudian membaca surat Yasin sebanyak tiga kali setelah salat Magrib.

Kemudian berdoa semoga diberi umur panjang untuk ibadah, dijauhkan dari bala' dan diberi rezeki yang barokah.

Alkisah, Nabi Isa alaihissalam suatu hari jalan-jalan ke suatu bukit. Beliau kagum melihat sinar indah di atas bukit.

Allah SWT berfirman kepadanya; Hai Isa maukah kamu, Aku tunjukkan sesuatu yang lebih menakjubkan dari pada apa yang kamu lihat sekarang? Nabi Isa AS pun mengiyakan.

Tiba-tiba beliau melihat sinar indah itu bersumber dari batu besar. Setelah didekati, batu itu tiba-tiba terbelah menjadi dua.

Baca Juga: Binrohtal, Kadar Iman Seseorang Bisa Bertambah dan Berkurang, Begini Penjelasan Ketua PCNU Jombang

Di dalam batu itu terdapat orang sangat tua sedang beribadah kepada Allah SWT. Di depan orang tua itu terdapat minuman segelas susu dan buah anggur segar.

Nabi Isa bertanya; Hai orang tua, dari bangsa manusiakah anda atau dari bangsa jin? Orang tersebut menjawab: Hai Nabi Isa, aku ini manusia biasa, bukan jin.

’’Hai orang tua, dari mana kamu mengetahui kalau aku ini Nabi Isa?’’

Dia menjawab: Ya, Nabi Isa, Allah SWT telah memberitahuku bahwa tidak akan ada orang yang dapat membuka batu ini kecuali Nabi Isa.

’’Dari mana minuman dan buah anggur ini?’’ Ia menjawab: Ini semua dari Allah SWT. Jika aku lapar maka tiba-tiba datang buah anggur di depan saya, dan bila saya haus, tiba-tiba datang minuman air susu segar di depanku.

’’Hai orang tua, sudah berapa lama anda beribadah dalam batu ini?’’

Saya beribadah siang malam dalam batu ini sudah 400 tahun, dan selama itu pula saya tidak pernah melakukan dosa dan maksiat.

Nabi Isa kemudian bertanya kepada Allah SWT: Ya Allah, Tuhanku, masih adakah orang yang lebih baik dari pada orang ini, masih adakah orang yang pahalanya lebih banyak dari pada ibadahnya orang ini?

Kemudian Allah SWT berfirman: Sesungguhnya seseorang dari umat Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang menjumpai bulan Syakban, dan ia salat di malam nisfu Syakban, itu bagiku lebih utama dari pada ibadahnya orang ini selama 400 tahu.

Mendengar itu, Nabi Isa berkata: Aduh, alangkah bahagianya andaikan aku jadi umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#keutamaan #doa #masjid #malam #Nifsu Syaban #Binrohtal #polres #mui #Jombang