JombangBanget.id - Kondisi salah satu titik talud atau dinding penahan tanggul Sungai Ngotok Ring Kanal di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, ambrol.
Memanjang hingga hampir lima meter. Kondisi itu mengancam tanggul sungai yang jebol.
Pantauan di lokasi, talud yang berada di hilir Dam Yani itu salah satu titiknya tak lagi utuh.
Ambrol dengan panjang hampir lima meter. Material bangunan dari batu kali itu melorot hingga ke sungai.
’’Sudah sejak tahun lalu plengsengannya rusak, batu kalinya juga sudah hancur,’’ kata Rahman salah seorang warga.
Makin tingginya debit air sungai membuat kerusakan bertambah. Ketika dibiarkan terlalu lama bakal berdampak ke tanggul.
’’Sekarang musim hujan, ketika air sungainya naik bisa-bisa tanggul sungai dari tanah ikut longsor,’’ imbuhnya. Terlebih lokasi atau titik yang longsor tak jauh dari bendung.
’’Biarpun setelah pintu Dam Yani, tapi ketika dibiarkan rusak bisa-bisa tambah semakin parah,’’ kata Rahman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang, Bayu Pancoroadi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, mengakui, terdapat titik kerusakan pada talud sungai.
’’Sebenarnya sudah kami laporkan ke balai (BBWS Brantas),’’ kata Sultoni.
Karena ketika dibiarkan bakal memicu keruskan semakin parah. Hanya saja, dinilai tidak terlalu berisiko. Alasannya, aliran sungai cenderung deras di titik yang lain.
’’Memang ada potensi menggerus dinding, karena lebar hilirnya Dam Yani segitu, posisi aliran sungai juga cenderung deras di sisi utara, tetapi tidak terlalu berisiko,’’ urai Sultoni. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz