JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya menjadi orang yang bisa dipercaya.
’’Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya,’’ tuturnya mengutip Lukas 12:48.
Suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang berhasil dalam bisnisnya. Dia memiliki perusahaan di bidang konveksi yang cukup berkembang.
Dia adalah orang yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
Gaji staf dan karyawan sangat diperhatikan, dia tidak pelit untuk menaikkan gaji, dengan harapan agar standar hidup mereka membaik.
Namun di sisi lain ia pun menuntut agar semua karyawannya dapat memberikan yang terbaik untuk perusahaan tersebut.
Ia tidak segan-segan untuk marah dan menegur karyawan yang malas dan tidak melakukan hal yang seharusnya.
Hal itu dilakukan seimbang dengan cara dia memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
Ayat di atas memberikan kita petunjuk, bahwa Tuhan Yesus berbicara tentang tuntutan, barangsiapa yang diberi banyak akan dituntut banyak pula.
Itu sudah hukumnya. Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu kepada manusia, apabila hal itu akan mereka sia-siakan.
Dia akan menuntut pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang diberikan kepada kita.
Baca Juga: Renungan Minggu: Manfaatkan Waktu Menunggu
Ini bukan berarti Tuhan tidak rela memberikannya kepada kita, melainkan Dia ingin agar semua yang ada pada kita dapat dipakai secara maksimal sesuai dengan tujuan yang Allah kehendaki.
Dan tentunya Allah tidak akan sembarangan memberikan sesuatu kepada tiap orang.
Allah tidak akan memberi cangkul kepada pemain bulu tangkis atau kapak kepada seorang montir.
Allah tetap akan memberikan raket kepada pemain bulu tangkis dan kapak kepada tukang kayu.
Selanjutnya Allah akan menuntut agar raket dan kapak itu digunakan secara maksimal oleh masing-masing pribadi tersebut.
Sejauh mana kita menyadari akan segala pemberian Tuhan dan seberapa besar kita memahami apa yang Tuhan inginkan?
Bagaimana dengan waktu, kepintaran, talenta atau bakat, bahkan harta yang Tuhan berikan kepada kita? Apakah kita sudah menggunakannya sesuai tuntutan Tuhan?
Sadari dan perhatikanlah bahwa ketika suatu berkat atau kepercayaan diberikan, berarti ada mandat di dalamnya yang mesti kita kerjakan.
Di bidang apapun kita bekerja, kerjakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Itu adalah berkat dan kepercayaan yang Tuhan beri yang harus kita pertanggungjawabkan.
Amsal 28:20, Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.
’’Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz