JombangBanget.id - Kepala Dinas PUPR Jombang membenarkan terkait keluhan para petani di wilayah utara Brantas.
Selain ditemukan masalah kebocoran pintu bendung, juga minimnya operator Bendung Karet Jatimlerek.
Pemkab tengah berupaya mengkomunikasikan permasalahan tersebut kepada PU SDA Provinsi Jatim dan BBWS Brantas.
”Untuk Bendung Karet Jatimlerek pada hari Kamis (6/2) pagi jam 06.00 pintu nomor 6 kembali sobek sehingga debit air dari Sungai Brantas tidak bisa masuk ke intake Daerah Irigasi Jatimlerek,” kata Bayu saat dihubungi Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (7/2).
Kondisi ini berdampak pada pasokan air yang masuk Daerah Irigasi Jatimlerek.
”Daerah Irigasi Jatimlerek memiliki luas baku sawah seluas 1.211 Ha dengan posisi sekarang adalah tanaman padi yang akan memasuki waktu panen pada pertengahan bulan Maret minggu ke-3 dan ke-4,” bebernya.
Disinggung terkait informasi sejumlah operator Bendung Karet Jatimlerek dirumahkan, Bayu tak menampik.
”Dan sekarang petugas yang mengoperasikan Bendung Karet Jatimlerek dari 8 personel, sebanyak 7 personel sedang dirumahkan karena belum adanya anggaran untuk honor mereka. Sehingga saat ini tersisa 1 tenaga saja di Bendung Karet Jatimlerek yang membutuhkan setiap 2 jam dipompa agar air bisa masuk ke intake Jatimlerek, hal ini dilakukan karena sobeknya pintu nomor 6,” bebernya.
Terkait permasalahan tersebut, pemkab sedang berupaya mengkomunikasikan dengan Pemprov Jatim.
”Pemerintah Kabupaten Jombang saat ini sedang berupaya untuk mengkomunikasikan hal tersebut kepada PU SDA Provinsi Jatim sebagai pemilik kewenangan pada Daerah Irigasi Jatimlerek dan BBWS Brantas sebagai pemilik aset Bendung Karet Jatimlerek,” tegasnya.
Pihaknya juga melakukan pendataan bersama lahan terdampak.
”Pada internal Pemerintah Kabupaten Jombang, dinas PUPR dan dinas pertanian sedang melakukan identifikasi lahan lahan yang akan terdampak dengan sobeknya pintu nomor 6 dari Bendung Karet Jatimlerek ini serta opsi perubahan tanam pada musin tanam ke 2 nanti (Bulan April) saat Bendung Karet Jatimlerek masih belum bisa beroperasi secara maksimal,” tandas Bayu. (naz)
Editor : Ainul Hafidz