Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Bendung Karet Jatimlerek Jombang Rusak Lagi, Petani Utara Brantas Menjerit

Achmad RW • Sabtu, 8 Februari 2025 | 19:37 WIB
BOCOR: Kondisi intake Daerah Irigasi Jatimlerek tak dialiri air akibat pintu 6 Dam Karet Jatimlerek, Jombang bocor.
BOCOR: Kondisi intake Daerah Irigasi Jatimlerek tak dialiri air akibat pintu 6 Dam Karet Jatimlerek, Jombang bocor.

JombangBanget.id – Petani di sejumlah desa di kawasan utara Sungai Brantas, Jombang mengeluhkan mandeknya pasokan air dari Sekunder Jatimlerek.

Pasalnya, sudah beberapa hari, saluran yang mengalirkan air dari Sungai Brantas untuk memenuhi kebutuhan irigasi sawah petani kondisinya mengering.

Padahal saat ini, petani sangat membutuhkan pasokan air untuk tanaman padi mereka.

Selain dipicu faktor kebocoran pintu bendung, kondisi ini diperparah dengan banyaknya operator Bendung Karet Jatimlerek yang dirumahkan lantaran belum ada anggaran terkait honor.

Seperti yang dirasakan sejumlah petani di Desa Jatimlerek, Kecamatan Plandaan, Jombang.

Sudah beberapa hari, mereka tak lagi mendapatkan jatah gilir air dari Sekunder Jatimlerek yang merupakan sudetan dari Sungai Brantas melalui Bendung Karet Jatimlerek.

”Sudah tiga hari ini air tidak ada sama sekali, padahal petani lagi butuh-butuhnya air ini untuk tanaman padi, banyak petani yang mengeluh,” terang Jadi, Kepala Desa Jatimlerek kepada Jawa Pos Radar Jombang, Jumat (7/2).

Dari informasi yang ia dapat, salah satu penyebab mandeknya pasokan air dari Sekunder Jatimlerek diduga disebabkan ada kebocoran pada pintu air bendung sehingga tak bisa membendung air secara maksimal.

Akibatnya, air tak bisa masuk ke  intake Daerah Irigasi Jatimlerek.

”Jadi kondisi pintu 5 dan 6 terbuka. Otomatis airnya jadi kecil, tidak bisa naik dan masuk ke Sekunder Jatimlerek,” lontarnya.

Kondisi ini diperparah dengan minimnya tenaga operator Bendung Karet Jatimlerek.

Baca Juga: Update Pembangunan Kisdam di Pintu Enam Dam Karet Jatimlerek Jombang yang Jebol: Pintu Dibuka untuk Atur Ketinggian Muka Air

”Jadi operator di Bendung Jatimlerek sekarang banyak yang diberhentikan, jadi mungkin tidak ada lagi yang menunggu, tidak ada lagi operator bendungnya,” lontarnya.

Padahal, keberadaan operator itu disebut sangat krusial untuk mengatur pembagian suplai air.

Terlebih, kondisi Bendung Karet Jatimlerek setiap dua jam sekali harus dipompa lantaran ada kebocoran di titik pintu enam bendung agar teta bisa menggembung.

”Jadi kan sebenarnya memang bocornya itu masih, dan harus diisi angin setiap dua jam biar tetap menggembung. Tapi karena tidak ada operatornya, ya airnya los akhirnya, tidak tertahan,” lontarnya.

Kondisi itu membuat Sekunder Jatimlerek yang jadi andalan petani untuk pengairan sawah, kini tak lagi bisa teraliri air.

Beberapa area sawah terbendungpak secara langsung akibat mandeknya pasokan air dari Sekunder Jatimlerek.

Di antaranya petani di Desa Jatimlerek, Desa Karangmojo, Desa Tanggungkramat, Desa Plandaan, Desa Purisemanding, Desa Rejoagung, dan Desa Ploso.

”Sekarang petani di Desa, Jatimlerek, Karangmojo, Tanggungkramat, Plandaan, Purisemanding, Rejoagung sampai Desa Ploso itu sangat membutuhkan air, tapi sekarang tidak ada airnya,” lontarnya.

Ia pun berharap, pemerintah segera menindaklanjuti persamalahan ini.

”Ya harusnya ada solusi, minimal bendungnya diatur, biar tidak dibiarkan seperti sekarang. Karena ini petani sedang butuh-butuhnya air,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Plandaan Suparno membenarkan kondisi itu.

Pihaknya juga menyebut mendapat banyak keluhan dari sejumlah pemdes di wilayahnya akibat tak mengalirnya air dari Sekunder Jatimlerek tersebut.

”Kemarin banyak laporan memang, dan kami sudah sampaikan juga ke dinas terkait,” pungkasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam karet #irigasi #bendung #Jatimlerek #bocor #intake #Jombang #karet #utara brantas #Petani