Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Tiga Persiapan Menyambut Ramadan

Rojiful Mamduh • Sabtu, 8 Februari 2025 | 14:00 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ustad Hambali, menjelaskan pentingnya persiapan menyambut bulan Ramadan.

’’Bulan Syakban yang penuh keberkahan ini harus kita manfaatkan untuk mematangkan persiapan menyambut bulan suci Ramadan,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (7/2).

Ada tiga persiapan yang harus dilakukan.

Pertama keimanan, sebab perintah puasa ditujukan kepada orang-orang yang beriman.

Sebagaimana yang disebut dalam Quran Surat Albaqarah ayat 183.

Kedua persiapan kesehatan. Ketiga persiapan perbekalan.

Di antara ketiganya, persiapan keimanan paling diperlukan. Kurang siap dalam kesehatan dan perbekalan, akan terkalahkan oleh kekuatan iman.

Walau badan kurang begitu sehat dan perbekalan kurang memadai, tetapi jika iman kuat, maka kita akan tetap istiqamah menjalankan puasa.

Nah, untuk meningkatkan keimanan, kita bisa meniru Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam. Pertama, bertobat dan membersihkan diri.

Layaknya akan kedatangan tamu agung nan terhormat, hendaknya kita berbenah dan menjaga kebersihan.

Begitu pun saat akan kedatangan bulan Ramadan yang mulia. Sepantasnya kita membersihkan diri, lahir dan batin.

Baca Juga: Binrohtal, Jangan Pernah Meninggalkan Salat!

Termasuk membersihkan diri dari berbagai dosa dan segala yang mengotori hati.

Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dalam kitab Ma Dza fi Sya’ban menyebutkan, salah satu bentuk tobat dan membersihkan diri adalah membaca istighfar.

Terutama pada malam nisfu Syakban, malam istimewa bagi para pencari rahmat dan ampunan.

Istigfar tak hanya sekadar membersihkan diri, tetapi juga menjadi penarik rezeki dan penghapus kesulitan.

Rasulullah bersabda; Siapa saja yang membiasakan banyak baca istigfar, maka Allah SWT akan menjadikan jalan keluar atas segala kesempitannya, memberikan kelapangan atas segala kesusahannya, serta memberinya rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka.

Kedua, memperbanyak puasa sunah. Sayidah ‘Aisyah cerita, tidak melihat Nabi lebih banyak berpuasa sunah dalam satu bulan kecuali di bulan Syakban.

Tatkala ditanya; Puasa apakah yang paling utama setelah Ramadan? Nabi menjawab: Puasa Syakban demi mengagungkan Ramadan.

Nabi juga bersabda; Syakban ini bulan yang banyak dilalaikan oleh orang-orang.

Padahal bulan ini berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadan di mana amal-amal manusia diangkat kepada Allah.

Dan aku ingin amalku diangkat dalam kondisi berpuasa.

Ketiga, mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengingat kematian. Di bulan Syakban Allah SWT menetapkan umur hamba.

Termasuk siapa saja yang akan wafat pada tahun tersebut. Salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah SWT seperti yang dicontohkan Rasulullah adalah berpuasa.

Nabi bersabda; Sesungguhnya di bulan Syakban Allah SWT mencatat setiap jiwa yang akan meninggal pada tahun itu, maka aku ingin ajalku datang dalam keadaan berpuasa.

Kita juga harus banyak bersalawat kepada Nabi SAW. Karena di bulan Syakban turun ayat yang memerintahkan baca salawat yakni Quran Surat Al Ahzab ayat 56. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#masjid #persiapan #Iman #Binrohtal #polres #Jombang #ramadan