JombangBanget.id – Komisi C DPRD Jombang memanggil dinas PUPR, BPBD, dan BBWS Brantas.
Hal ini membahas terkait bencana banjir yang setiap tahun menerjang wilayah Jombang.
Salah satunya banjir yang beberapa waktu lalu menerjang sedikitnya 10 wilayah kecamatan di Jombang.
”Kami melihat banjir kali ini yang paling parah,” ujar Ketua Komisi C DPRD Jombang M Zahrul Jihad saat dikonfirmasi.
Dirinya menambahkan, komisi C ingin mengetahui langkah apa yang dilakukan pemerintah untuk penanganan banjir.
”Kami ingin tahu program-program apa ke depan untuk penanganan banjir di masing-masing OPD,” katanya.
Dari keterangan pada saat hearing, memang paling bertanggung jawab BBWS Brantas karena sebagai pihak yang memiliki kewenangan di wilayah sungai.
”Informasinya dulu itu ada rencana pembangunan embung di wilayah selatan tepatnya di Kecamatan Wonosalam untuk menahan air,” katanya.
Hanya saja, wacana yang digulirkan pada tahun 2018 lalu hingga saat ini masih belum terealisasi.
”Jadi saat ini fokusnya tetap BBWS melakukan normalisasi sungai yang menjadi kewenangan mereka,” ungkapnya.
Pihaknya juga akan melakukan rapat kembali dengan OPD-OPD terkait lainnya. Seperti untuk penanganan sampah.
Baca Juga: Begini Detik-detik Tanggul Sekunder Rejoagung 2 Jombang Longsor Usai Diterjang Banjir
”Kami juga akan mengundang DLH untuk penanganan sampah. Karena sampah ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir,” tegasnya.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengatakan, pada saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD, pihaknya sudah menjelaskan terkait penanganan banjir.
”Jadi yang paling berwenang dari BBWS,” tegasnya.
Sehingga, komisi C meminta untuk saat ini melakukan normalisasi sungai.
”Tetap fokusnya nanti normalisasi dan perbaikan tanggul-tanggul di wilayah sungai,” pungkas Wiku.
Seperti diberitakan sebelumnya, sepuluh wilayah kecamatan di Kabupaten Jombang terendam banjir Selasa (28/1).
Di antaranya Kecamatan Jombang, Kecamatan Megaluh, Kecamatan Tembelang, Kecamatan Mojoagung, Kecamatan Mojowarno, Kecamatan Sumobito, Kecamatan Kesamben, Kecamatan Peterongan, Kecamatan Jogoroto, dan Kecamatan Diwek.
Ketinggian air beragam, antara 30 cm hingga terparah mencapai 140 cm. Selain menggenangi permukiman, areal persawahan, jalan.
Intesitas hujan yang tinggi mengakibatkan sejumlah sungai meluap. (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz