JombangBanget.id - Perbaikan sejumlah pintu air Dam Yani di Desa Budugsirejo, Kecamatan Sumobito, Jombang yang rusak sampai saat ini belum tuntas.
Hasil koordinasi terakhir pemkab dengan BBWS Brantas, perbaikan membutuhkan waktu setidaknya hingga dua minggu ke depan.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, dari lima pintu air yang rusak, sementara tiga belum bisa difungsikan.
Tingkat kerusakan pintu air elektrik proyek 2022 ini berbeda. Selain komponen pintu air juga elektrikal atau tenaga kelistrikan.
”Jadi kemarin sudah didatangi tim servis dari balai (BBWS Brantas) tiga pintu harus dibongkar untuk diperbaiki di bengkel,” kata Sultoni dikonfirmasi.
Pasalnya, sampai saat ini kondisi tiga pintu air yang rusak belum bisa beroperasi atau belum bisa dibuka.
”Karena ada beberapa komponen harus diperbaiki di bengkel dan tidak bisa diperbaiki di lokasi, seperti stang morhes atau semacam besi yang menghubungkan antara stang yang bergerigi supaya naik ke atas, lalu pengait antara stang dengan daun pintu,” imbuh dia.
Keterangan yang diterima, penanganan itu butuh waktu cukup lama.
”Tim teknisi kemarin menyampaikan antara satu sampai dua minggu selesai, karena perbaikan komponen di bengkel yang menjadi lama. Harus antre dan sebagainya,” ujar Sultoni.
Warga setempat lanjut dia, juga sudah berupaya melakukan pembersihan sangkrah yang nyangkut di pintu air yang rusak.
”Untuk sangkrah ini sudah teratasi, inisiasi warga bersama juru pengairan Minggu (2/2) sudah dibersihkan, sebelum kami datangkan alat berat,” kata Sultoni.
Untuk diketahui, sebanyak lima pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito sejak setahun terakhir rusak.
Hal ini dsebut sebagai salah satu faktor utama pemicu banjir yang meremdam sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Jombang (27/1) lalu.
Setelah banyak menuai sorotan dari publik, dalam perkembangannya, tim BBWS Brantas akhirnya menerjunkan tim teknis memperbaiki pintu air Dam Yani yang rusak.
Hasilnya, dari lima pintu, baru dua pintu air yang berhasil diperbaiki. Sementara tiga pintu air lainnya hingga kini belum bisa difungsikan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz