JombangBanget.id - KH Muhtarom Alhafiz, menjelaskan tanda berkah.
’’Tanda berkah yakni bertambah kebaikannya,’’ tuturnya, saat khotbah di Masjid Annur Satlantas Polres Jombang, Jumat (31/1).
Pada bulan Rajab kita telah memperbanyak amal saleh. Baik dengan puasa, sedekah, baca Alquran dan salat malam.
Maka sekarang di bulan Syakban, harus lebih kita tingkatkan lagi.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memberi teladan dengan banyak puasa di bulan Syakban.
Istri Nabi, Aisyah radiyallahu anha berkata, ’’Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada bulan Syakban.
Banyak puasa di bulan Syakban ini juga bisa menjadi persiapan untuk puasa di bulan Ramadan.
Orang yang banyak puasa di bulan Syakban, tentu akan kuat berpuasa sebulan di bulan Ramadan.
’’Rasulullah mengajari kita melakukan persiapan menghadapi Ramadan sejak bulan Rajab,’’ terangnya.
Yakni dengan membaca doa; Ya Allah anugerahkanlah keberkahan kepada kami di bulan Rajab dan Syakban dan sampaikan umur kami pada bulan Ramadan.
Rasulullah tidak mengajari kita meminta kekayaan, jabatan, umur yang panjang ataupun kebaikan-kebaikan lainnya, tetapi yang diminta oleh baginda Rasul adalah keberkahan.
Baca Juga: Binrohtal, Salat Adalah Mikrajnya Orang Mukmin, Dialog dengan Allah SWT
’’Baginda Rasul berharap, umatnya yang bertemu bulan Rajab Syakban dalam setiap tahunnya akan memperoleh keberkahan,’’ ucapnya.
Dengan keberkahan itu akan tumbuh berkembang dengan banyak kebaikan.
Kebaikan itu terus meningkat di bulan Syakban. Dan puncaknya di bulan Ramadan.
Rasulullah bersabda; Rajab adalah bulan Allah, Syakban adalah bulanku dan Ramadan adalah bulan umatku.
Rajab itu bulan Allah SWT. Makanya Allah berkuasa menciptakan Isra’ Mikraj sebagai peristiwa terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia di muka bumi.
Allah SWT membagikan pahala yang luar biasa di bulan Rajab. Sampai-sampai apabila seseorang mau berpuasa sehari akan diberi minum bengawan Rajab.
Syakban merupakan bulan Nabi Muhammad SAW. Makanya Nabi paling banyak puasa sunah di bulan Syakban.
Sedangkan Ramadan bulannya umat Nabi Muhammad SAW.
Nabi juga bersabda; Rajab bulan menanam, Syakban bulan menyiram, Ramadan bulan memanen.
Orang yang pada bulan Rajab semangat ibadah, pasti di Syakban tambah semangat dan di Ramadan semakin tambah semangat.
Karena orang menyirami itu lebih semangat daripada orang menanam. Dan orang memanen itu lebih semangat dibanding menyirami.
Maka bisa dibalik, apabila di bulan Rajab kok tidak salat, Syakban tambah parah, apalagi Ramadan pasti tidak bakal puasa.
Jadi tidak mungkin orang tidak menanam kok menyirami, lebih tidak mungkin lagi tidak menanam tapi memanen. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz