JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya meyakini bahwa tuhan tidak sukar menolong asal sehati dan sepakat.
’’Berkatalah Yonatan kepada bujang pembawa senjatanya itu: "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin Tuhan akan bertindak untuk kita, sebab bagi Tuhan tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang,’’ tuturnya mengutip 1 Samuel 14:6.
Ini kisah peperangan antara bangsa Israel dengan Filistin, dimana orang Israel yang pada waktu itu berjumlah 600 orang melawan bangsa Filistin yang cukup banyak jumlah tentaranya.
Bukan hanya dari segi jumlah orangnya, tapi dari segi persenjataan perang sangat berbeda sekali.
Orang-orang Filistin bersenjata lengkap sementara bangsa Israel dari 600 orang hanya tinggal 2 orang yang punya senjata, yaitu Saul dan Yonatan karena senjata yang lainnya sudah dilucuti.
Di tengah-tengah keadaan tersebut lalu muncul satu keberanian dari Yonatan (anak Saul) untuk melakukan perlawanan kepada bangsa Filistin.
Pertanyaannya, kenapa Yonatan berani untuk melakukan perlawanan padahal dia tahu bahwa keadaan bangsanya sangat berbeda dengan bangsa Filistin musuhnya?
Yonatan mengerti dan sangat yakin bahwa "Tuhan tidak sukar menolong baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang".
Artinya pertolongan Tuhan tidaklah tergantung kepada jumlah orangnya tetapi kepada "kesepakatannya", "kesehatiannya", dan "kerukunannya".
Bahkan Tuhan bisa menolong kita tanpa campur tangan seorang manusia sekalipun.
Ya, sebab Allah sanggup! Dia adalah pahlawan perang kita, Dia adalah penolong kita, dia adalah Allah El-Shaddai, Dia penyembuh kita. Banyak orang dan sedikit orang "yang penting sepakat, sehati dan rukun".
Baca Juga: Renungan Minggu: Jangan Menggerutu Dulu
Inilah yang Tuhan inginkan. Tuhan ingin melihat, apakah ada anak-anak manusia yang mau dalam hidupnya sepakat, sehati, rukun.
Sebab kesehatian, kesepakatan, kerukunan itu memiliki kuasa yang luar biasa.
Yonatan dan pembawa senjatanya, termasuk dalam hitungan sedikit orang yang mengerti prinsip ini.
Berdua mereka mendatangi perkemahan orang Filistin dengan senjata seadanya, yang lain berpangku tangan di perkemahan, karena senjata mereka telah dilucuti.
Hari itu Yonatan mengajak bujang pembawa senjatanya untuk menyerang, dan ide yang nampaknya tidak masuk akal ini langsung disetujui bujangnya.
Pembawa senjata Yonatan berkata "Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat".
Dan Allah bekerja dengan luar biasa dimana setiap orang menikam temannya dengan pedang, terjadi suatu huru-hara yang sangat besar.
Tuhan menyelamatkan orang Israel pada hari itu (1 Samuel 14:23).
Kesepakatan, kesehatianlah yang membuat Tuhan menolong bangsa Israel menang terhadap Filistin, kesepakatanlah yang membuat Tuhan tidak sukar untuk menolong.
’’Pastikan setiap kita, baik dalam keluarga juga dalam gereja untuk tetap sepakat dan sehati sehingga pertolongan Tuhan nyata dan tepat pada waktunya. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz