Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Rencana Bangun Huntara Belum Klir, soal Penanganan Korban Tanah Longsor Wonosalam Jombang

Ainul Hafidz • Sabtu, 1 Februari 2025 | 18:57 WIB
BERBAHAYA: Lokasi tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang dipasang police line dan tak lagi bisa diakses warga.
BERBAHAYA: Lokasi tanah longsor di Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang dipasang police line dan tak lagi bisa diakses warga.

JombangBanget.id – Rencana pemkab merelokasi warga Dukuh Banturejo, Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang terdampak tanah longsor ke hunian sementara (huntara) terus dimatangkan.

Sampai saat ini belum ada kepastian berapa jumlah warga yang bakal direlokasi.

Rencana dalam waktu dekat ada pembahasan lanjutan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menjelaskan, pemkab sampai saat ini masih menunggu data dari pemerintah desa setempat.

Utamanya bagi warga yang mau direlokasi ke huntara.

”Sampai hari ini (kemarin) masih tarik ulur yang mau direlokasi ini berapa ini belum pasti, sekarang kami menunggu data dari pemerintah desa,” kata Wiku.

Sebab, tak semua warga terdampak itu mau untuk direlokasi ke huntara dengan berbagai alasan.

”Informasi kami terima ada yang ke rumah saudaranya dan sebagainya,” imbuh dia.

Menurut Wiku, data tersebut yang menentukan sebelum pemkab memfasilitasi membangun huntara.

”Jadi kami ingin data fix sebagai dasar untuk menyiapkan bangunan huntara. Sekarang desa juga masih memroses baik data warga maupun mencari lokasi (huntara),” tutur Wiku.

Dijelaskan, secara teknis desa bakal menyiapkan lahan untuk pembangunan hunian itu.

Baca Juga: Dua Korban Bencana Tanah Longsor Wonosalam Segera Jalan Operasi Kaki di RSUD Jombang

”Jadi ketika data klir dan diserahkan ke pemerintah daerah, akan kita proses SK darurat bencana, lalu SK transisi, SK tanggap darurat, dilanjutkan SK BTT (Belanja Tidak Terduga) dan relokasi untuk penyusunan kebutuhan posko bencana, jadi masih panjang tahapannya,” ujar Wiku.

Kendati masih ada warga yang enggan direlokasi, menurut Wiku, pemkab tetap berupaya memfasilitasi dengan membangun huntara.

”Memang agak sulit, makanya pak Pj Bupati (Teguh Narutomo) kemarin menyampaikan tidak apa, karena itu pilihan warga dan harus kita hormati. Paling tidak pemerintah sudah berupaya untuk memfasilitasi,” kata Wiku.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi mengakui, sementara ini pihaknya belum melakukan persiapan untuk pembangunan huntara.

Karena data warga yang bakal direlokasi belum ada.

”Jadi begini, kami menunggu berita acara Pemerintah Desa Sambirejo. Karena, ada warga yang mau di huntara dan ada juga yang di saudara, ini datanya masih belum fix berapa,” kata Agung.

Dijadwal, dalam waktu dekat bakal ada pertemuan lintas sektor membahas terkait itu.

”Besok (hari ini) akan dirapatkan bersama lagi di pemkab,” imbuh dia.

Kendati begitu, menurut Agung, pihaknya sudah melakukan survei ke lokasi huntara yang dibangun 2024 lalu.

”Kami sudah dua kali survei ke lokasi huntara 2024, tetapi tetap menunggu pemdes. Berapa jumlah orang dan di mana (lokasi) untuk huntara, karena kami intinya menyiapkan huntara, lahannya dari desa,” ujar Agung.

Sebab, pengalaman tahun sebelumnya, data warga yang direlokasi ke huntara terus mengalami perubahan.

”Pengalaman tahun lalu, awalnya 28 KK ternyata turun menjadi 12, sehingga data sudah dikunci dan dilanjutkan dengan pembangunan (huntara),” tutur dia.

Kendati begitu, data sementara yang dikantongi pihaknya, saat ini terdapat sedikitnya 29 KK yang terdampak.

”Dari jumlah itu kemungkinan masih bisa berubah,” kata Agung. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#hunian sementara #huntara #warga #sambirejo #data #Wonosalam #Jombang #korban #tanah longsor