JombangBanget.id – Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo turun langsung untuk meninjau lokasi longsoran pada sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang, Rabu (29/1).
Selain memastikan progres pekerjaan dan perbaikan tanggul darurat berjalan, pihaknya menyebut bakal menggelar rapat koordinasi lintas instansi.
Pj Bupati Jombang tampak didampingi sejumlah kepala OPD di lingkup Pemkab Jombang.
Pj Bupati Narutomo melihat langsung proses perbaikan tanggul Kali Gunting yang terancam jebol lantaran tergerus aliran sungai yang deras.
”Jadi ini kita memantau kondisi tanggul sungai yang ambrol, kita lihat bagaimana perbaikan dilakukan dan pencegahan akan dilaksanakan,” ungkapnya.
Pj bupati menyebut, selain melakukan peninjauan pihaknya dalam waktu dekat juga akan menggelar rapat koordinasi bersama lintas instansi.
Koordinasi itu, disebutnya akan dilakukan untuk memitigasi potensi bencana yang ada.
”Kita akan rapat koordinasi dengan BBWS, untuk memastikan seluruh titik-titik potensi bencana di Jombang agar kita bisa membuat kebijakan yang memayungi semua aspek dan bersinergi untuk mengtatasi potensi bencana di Jombang,” lontarnya.
Narutomo juga menyebut, rapat koordinasi itu nantinya diharapkan juga akan bisa digunakan untuk memantau kinerja dan langkah yang bisa dilakukan masing-masing pihak.
”Ini juga untuk membuat kebijakan yang nantinya bersinergi dengan kekuatannya dan tugas masing-masing,” lontarnya.
Pj bupati juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan potensi bencana, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Baca Juga: Waduh, Lima Pintu Dam Yani di Jombang Rusak, Jadi Tempat Menumpuknya Sangkrah dan Sampah
Terpisah, Plt Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas menyebut rapat koordinasi itu rencananya akan digelar pada Senin (3/1) pekan depan.
”Rapatnya mengundang dari PU provinsi, BBWS, kita juga akan mengundang Mojokerto dan Kediri. Waktu rapatnya Senin,” terang Wiko.
Pihaknya menyebut, hingga kini perbaikan tanggul darurat di Dam Balongsono itu juga masih terus dilakukan dengan sejumlah keterbatasan yang ada.
”Untuk perbaikan masih jalan, memang kendala utamanya debit air yang cukup tinggi, sehingga perbaikan belum bisa maksimal,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sayap Dam Balongsono di Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito ambrol sekitar 15 meter, Kamis (23/1) dini hari.
Derasnya aliran air menjadi pemicu ambrolnya bangunan tersebut.
Khawatir ancaman tanggul jebol, warga bahu-membahu memperkuat titik tanggul dengan memasang gedek guling dan tumpukan karung berisi tanah.
Jika sampai jebol, dipastikan air akan menggenangi permukiman padat penduduk di sekitar tanggul.
Pantauan di lokasi Kamis (23/1) pagi, sayap dam yang ambrol berada di sisi barat. Pasangan plengsengan dari material batu kali rontok tergerus derasnya aliran air.
Beberapa warga bersama petugas sibuk memperkuat tanggul menggunakan sandbag dan gedek guling.
Warga khawatir ancaman tanggul ambrol, terlebih debit air Kali Gunting masih tinggi.
”Ambrolnya Kamis sekitar pukul 03.00, pas kondisi air sungainya masih tinggi,” kata Koko Mulyanto, salah seorang warga di lokasi.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni mengakui, adanya kerusakan tanggul di titik sayap Dam Balongsono.
”Iya, sayap bendung sisi barat atau di sisi kiri hilir yang ambrol atau sleding sepanjang 15 meter dengan lebar hampir 3 meter, pascadebit Kali Gunting tinggi,” kata Sultoni.
Pihaknya, sudah melaporkan adanya kerusakan kepada pemilik kewenangan sungai.
”Saat ini proses penanganan darurat oleh warga, teman-teman BBWS Brantas dan UPT Mojoagung, kami dropping tanah uruk empat rit,” imbuh dia.
Petugas cukup kesulitan menangani sayap dam yang rusak karena debit air sungai masih tinggi.
Alat berat juga tak bisa mengakses ke titik itu. ”Di sampingnya itu sudah permukiman, bahaya kalau sampai jebol,” ujar Sultoni. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz