Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Waduh, Lima Pintu Dam Yani di Jombang Rusak, Jadi Tempat Menumpuknya Sangkrah dan Sampah

Ainul Hafidz • Senin, 27 Januari 2025 | 14:38 WIB
BERJIBAKU: Warga bersama petugas melakukan pembersihan sangkrah di pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang yang tak fungsi, Kamis (23/1).
BERJIBAKU: Warga bersama petugas melakukan pembersihan sangkrah di pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang yang tak fungsi, Kamis (23/1).

JombangBanget.id - Sebanyak lima pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, tak lagi berfungsi, Kamis (23/1).

Akibatnya, aliran air tak bisa mengalir lancar terlebih banyak tumpukan sangkrah dan sampah di titik pintu dam.

Pantauan di lokasi, aliran Sungai Ngotok Ring Kanal mengalir deras di Dam Yani.

Namun demikian, tak seluruh pintu bendung bisa dibuka. Menyusul terdapat lima pintu macet sejak tahun lalu.

Warga bersama petugas berjibaku membersihkan sangkrah berupa potongan bambu dan rumpun bambu yang nyangkut pintu dam.

Kasun Budug Hadi Kuswoyo mengatakan, ada 12 pintu di Dam Yani. Kondisinya sekarang ini seluruhnya tak bisa dibuka.

”Sekarang ada lima pintu rusak atau tidak bisa dibuka, sedangkan debit air sungai sekarang tinggi,” kata Hadi kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Lima pintu itu merupakan pintu baru yang terpasang 2022 lalu. Kerusakan menurut Hadi sudah berlangsung sejak setahun terakhir.

”Pintunya itu otomatis, ketika diperbaiki harus ada teknisi. Tidak bisa manual seperti dulu menggunakan balok kayu,” imbuh dia.

Dampak tak berfungsinya kelima pintu itu membuat aliran sungai tersendat.

Kondisi itu didukung dengan menumpuknya sangkrah berupa potongan kayu dan rumpun bambu di lima pintu itu.

Baca Juga: Menumpuk di Tiang Jembatan Sebani Jombang, Eceng Gondok Sungai Ngotok Ring Kanal

”Debit air tinggi, sedangkan posisi sekarang tidak bisa mengalir lancar. Mengakibatkan wilayah Sumobito dan sekitarnya rawan banjir,” ujar Hadi.

Pihaknya sudah sejak jauh-jauh hari lapor ke pemilik kewenangan sungai. Hanya saja, belum ada tindak lanjut.

”Semakin banyak bambu dan pohon ikut terbawa aliran, maka akan semakin banyak yang menumpuk di sini,” tutur dia.

Karena itu, warga bersama petugas kerja bakti membersihkan sangkrah. Harapannya, tak semakin banyak hingga berdampak ke pintu lainnya.

”Harapan kami, BBWS Brantas bisa segera melakukan tindakan, supaya airnya bisa mengalir lancar dan normal kembali,” kata Hadi.

Terpisah Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) Sultoni tak menampik, terdapat lima pintu bendung kini rusak dan tak bisa dibuka.

”Jadi ada lima buah pintu posisinya rusak, dulu sudah kami sampaikan lama ke balai (BBWS Brantas) juga bersurat,” kata Sultoni.

Perjalanannya sudah dilakukan penanganan, hanya saja belum sampai tuntas.

”Pintunya sudah elektrik semua, tetapi tidak diberikan alternatif ketika terjadi macet. Artinya tidak bisa manual ketika pintu itu macet,” imbuh dia.

Kali Gunting maupun Sungai Ngotok Ring Kanal mengalir ke Dam Yani. Sehingga, ketika debit air tinggi biasanya seluruh pintu dibuka.

Namun, karena saat ini terdapat kendala, mengakibatkan aliran sungai tak bisa lancar.

”Otomatis di hulu sekarang antre dan muka air naik, karena adanya sumbatan,” ujar Sultoni.

Pihaknya, sementara ini tak bisa berbuat banyak. Karena pintu yang rusak tak bisa dilakukan penanganan.

”Teman-teman di lapangan sekarang tidak bisa apa-apa, pintu tidak bisa diangkat atau dibuka. Hanya bisa membersihkan sangkrah-sangkrah,” tutur dia.

Hingga pukul 14.18 muka air Kali Gunting cenderung turun.

”Hasil pengamatan di Dam Balongsono (Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito) sudah turun hampir 1 meter dibanding Rabu (22/1) malam, di angka maksimal 4,9 meter. Posisi sore ketinggian muka air 3,9 meter,” kata Sultoni. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#dam yani #rusak #Sumobito #pintu #Jombang #sampah #sangkrah #budugsidorejo