JombangBanget.id - Pengasuh PP Al Madienah Denanyar, Jombang, KH Muhammad Najib Muhammad, menjelaskan pentingnya mengutamakan kedamaian.
’’Yang dituntut bagi umat Islam dalam hubungan kemasyarakatan adalah damai,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duha di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Kamis (23/1).
Makanya kita diperintah untuk mendamaikan ketika ada permusuhan. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Alhujurat ayat 10.
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Orang yang senang mendamaikan akan mulia disisi Allah subhanahu wa ta’ala.
Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidaklah seseorang mendamaikan antara dua orang yang berselisih, melainkan Allah SWT akan menutupi dosa-dosanya seperti menutupi rambut kepala.
’’Damai itu kalau naik satu derajat menjadi cinta. Kalau turun satu derajat menjadi benci,’’ terangnya.
Makanya kita dilarang melakukan hal-hal yang memicu kebencian dan permusuhan.
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Alhujurat 11-12.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik.
Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.
Baca Juga: Binrohtal, Lima Amalan untuk Mengisi Bulan Rajab
Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan panggilan yang mengandung ejekan.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan buruk sangka (kecurigaan), karena sebagian dari buruk sangka itu dosa.
Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam juga bersabda; Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling menyakiti dalam jual beli, janganlah saling benci, janganlah saling membelakangi (mendiamkan), dan janganlah menjual di atas jualan saudaranya.
Jadilah hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara untuk muslim lainnya.
Karenanya, ia tidak boleh berbuat zalim, menelantarkan, berdusta, dan menghina yang lain.
Takwa itu di sini–Nabi memberi isyarat ke dadanya tiga kali–.
Cukuplah seseorang berdosa jika ia menghina saudaranya yang muslim.
Setiap muslim atas muslim lainnya itu haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya
Nabi juga bersabda; Jangan saling membenci, jangan saling iri, jangan saling berpaling.
Jadilah hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Dan tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan (bermusuhan) dengan saudaranya lebih dari tiga hari.
Sebaliknya, kita dianjurkan untuk mencintai sesama muslim.
Nabi bersabda; Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Kita dianjurkan senang memberi hadiah, memberi jamuan tamu dan memberi hantaran ke tetangga tujuannya adalah menumbuhkan cinta.
Bahkan para sahabat selalu memberi kesempatan orang lain untuk mendapatkan keutamaan.
Suatu hari Abu Bakar protes karena Ali bin Abi Thalib diam setiap ketemu dengannya.
Ketika Nabi menanyakan sebabnya, Ali menjawab. Dia mimpi melihat bangunan bertingkat yang indah di surga.
Bangunan itu diberikan bagi orang yang mendahului mengucapkan salam saat ketemu.
Makanya dia diam ketika ketemu Abu Bakar dengan tujuan memberi kesempatan Abu Bakar untuk mengucapkan salam duluan. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz