Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Lima Amalan untuk Mengisi Bulan Rajab

Rojiful Mamduh • Kamis, 23 Januari 2025 | 13:45 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Pengasuh PP Ar Roudhoh Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, KH M Fathoni Zen, menjelaskan pentingnya memaksimalkan ibadah dan amal saleh di bulan Rajab.

’’Isi bulan Rajab yang mulia ini dengan lima amalan,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (22/1).

Pertama, memperbanyak baca istighfar.

Seorang tabi'in, Ibrahim bin Adham, berkata, ’’Aku tidak pernah meninggalkan istighfar sebanyak 100 kali setiap hari, apalagi di bulan-bulan yang mulia seperti Rajab.’’

Setelah Ibrahim bin Adham wafat, banyak orang yang mengisahkan bermimpi bertemu dengannya.

Dalam mimpi tersebut, Ibrahim bin Adham mengatakan, ’’Aku merasakan kedamaian dan pengampunan dari Allah SWT karena banyaknya istighfar yang aku ucapkan semasa hidup.’’

Kedua, memperbanyak puasa.

Ada orang saleh bernama Abu Hurairah yang sangat tekun berpuasa, khususnya di bulan Rajab.

Setelah Abu Hurairah wafat, seorang sahabatnya bermimpi bertemu dengannya.

Dalam mimpi tersebut, beliau berkata, ’’Aku diberikan kedudukan yang mulia dan tempat yang indah di akhirat berkat puasa-puasa yang aku lakukan, terutama di bulan Rajab. Puasa di bulan Rajab menjadi syafaat bagiku di hadapan Allah SWT.’’

Ketiga, memperbanyak sedekah.

Sayidina Ustman bin Affan dikenal sangat dermawan, terutama di bulan-bulan yang mulia seperti Rajab.

Setelah Ustman wafat, seorang sahabatnya bermimpi melihatnya dalam keadaan sangat mulia.

Ketika ditanya mengenai keadaan beliau di akhirat, Ustman menjawab, ’’Sedekah yang aku keluarkan di bulan Rajab dan amalan lainnya menjadi pelindung dan sumber cahaya bagiku di akhirat.

Allah SWT memberi ampunan dan kemuliaan untukku berkat sedekah tersebut.’’

Keempat, memperbanyak baca Alquran.

Imam Abu Hanifah sangat rajin membaca Alquran.

Beliau juga menganjurkan murid-muridnya untuk membaca Alquran dengan khusyuk, terutama di bulan Rajab.

Setelah Imam Abu Hanifah wafat, seorang murid yang sangat dekat dengannya bermimpi bertemu beliau.

Dalam mimpi tersebut, Imam Abu Hanifah berkata; ’’Aku diberi tempat yang mulia di akhirat karena setiap kali aku membaca Alquran di bulan Rajab, setiap huruf yang aku baca menjadi amal jariyah yang terus mengalir sampai sekarang.’’

Kelima, belajar memperbaiki kualitas salat.

Imam Malik bin Anas, sangat memperhatikan kualitas salatnya.

Beliau terkenal dengan khusyuknya dalam shalat, dan senantiasa berusaha memperbaiki kualitas salatnya, terutama di bulan-bulan yang mulia seperti Rajab.

Setelah Imam Malik wafat, beberapa orang bermimpi bertemu dengan beliau.

Dalam mimpi tersebut, beliau berkata, ’’Aku diberi tempat yang mulia di akhirat berkat kualitas salat yang aku perbaiki selama hidup, terutama pada bulan Rajab. Salat itu menjadi pelindungku dan menjadi cahaya bagi perjalanan ruhku.’’

Di antara cara memperbaiki kualitas salat, merasa berhadapan dengan Allah SWT saat salat.

Merasa dialog dengan Allah SWT. Memahami arti bacaan-bacaan salat. Menghadirkan hati di setiap gerakan dan bacaan salat. Serta selalu mengingat Allah SWT dalam salat. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#amalan #masjid #istimewa #Binrohtal #polres #Jombang #rajab #bulan