JombangBanget.id – PSID Jombang terancam tidak berlaga di babak 32 besar Liga 4 PSSI Jatim karena kesulitan dana.
Semua laga akan dilaksanakan di Stadion Brawijaya Kediri mulai Senin (20/1).
Askab PSSI Jombang berharap, Pemkab Jombang turun tangan mendukung PSID.
’’Kami sudah koordinasi dengan manajemen PSID, harapan kami hanya pada pemerintah daerah untuk membantu menyelesaikan permasalahan dana PSID Jombang,’’ kata Ketua Askab PSSI Jombang, Syarif Hidayatullah.
Askab tak mampu memberikan bantuan cukup besar. Anggaran yang diterima dari KONI Rp 150 juta.
Sudah diberikan sebanyak Rp 25 juta untuk PSID. Selebihnya, Askab meminta PSID untuk mencari sponsor.
’’Tapi ternyata mencari sponsor juga tidak mudah, di sini kami membutuhkan bantuan pemkab. Bisa melalui Pj Bupati, atau Sekdakab Jombang,’’ kata Gus Sentot, sapaan akrabnya.
Pemkab Jombang diharapkan dapat memberikan solusi, melalui komunikasi dengan para pengusaha di Jombang untuk membantu PSID yang kini sedang semangat-semangatnya.
’’Dana CSR (dana sosial perusahaan) itu bisa dipakai mendanai PSID. Kami berharap, pemkab memberikan imbauan kepada pengusaha untuk membantu PSID Jombang,’’ ucapnya.
Sementara itu, Sekdakab Jombang, Agus Purnomo, mengatakan, pemkab sudah membantu pendanaan melalui dana hibah KONI Jombang.
’’Kami sudah berikan bantuan melalui dana hibah KONI, dibagi ke semua cabor. Nah, askab PSSI dari situ dapat Rp 150 juta. PSID kebagian berapa saya tidak tahu,’’ terangnya.
Baca Juga: PSID Jombang Menang Telak 6-0, Lolos 32 Besar Liga 4 Jatim
Pihaknya juga mengaku telah membantu berupa fasilitas transportasi untuk mobilitas pemain ke tempat pertandingan.
’’Kami juga sudah membantu dengan meminjam bus pemda untuk berangkat pertandingan,’’ urainya.
Soal permintaan untuk menjadi penyambung lidah PSID dengan pengusaha, ia tak bisa menjanjikan.
Sebab dana CSR digunakan sebagai bentuk tanggungjawab perusahaan terhadap sosial atau lingkungan sekitar.
’’Kalau CSR saya rasa kurang tepat, CSR juga ada forumnya sendiri. Kalau cari sponsor silakan langsung komunikasi dengan perusahaan. Kami tidak bisa bantu, kapasitas pemda selaku apa di sini,’’ urainya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz