JombangBanget.id – Angka pengangguran di Kabupaten Jombang masih tinggi.
Selama 2024, total ada 28.738 masyarakat masih menganggur.
Sebanyak 1.662 di antaranya merupakan lulusan perguruan tinggi atau sarjana.
’’Kami menerima semua datanya dari BPS (Badan Pusat Statistik) Jombang,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Jombang, Isawan Nanang Rusdianto.
Jumlah pengangguran paling banyak adalah angkatan kerja yang lulus SMA.
Tercatat ada 10.140 lulusan SMA yang menganggur.
Kemudian 6.710 pengangguran lulusan SMK, 6.071 lulusan SD, dan 4.155 lulusan SMP.
Dibanding tahun 2023, angka pengangguran memang menurun.
Total masyarakat yang menganggur pada 2023 sebanyak 35.790 orang.
Rinciannya, 9.522 lulusan SD, 7.918 SMP, 6.020 SMA, 9.084 SMK, dan 2.790 lulusan perguruan tinggi.
Isawan mengatakan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk turut aktif membantu menekan angka pengangguran dari kampus.
Baca Juga: Cara Disnaker Jombang Tekan Angka Pengangguran, Bekali Warga Desa Ini dengan Keterampilan Digital
Salah satu upaya yang dilakukan, dengan memberikan bekal kompetensi kepada mahasiswa.
Banyaknya angka penggangguran salah satunya disebabkan karena tidak seimbangnya jumlah lulusan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia setiap tahun.
’’Bisa dilihat, setiap tahun pasti ada ribuan lulusan baru, di semua jenjang, sedangkan lapangan kerja juga tidak mungkin mampu menyerap semuanya,’’ jelasnya.
Salah satu upaya paling efektif menekan angka pengangguran yakni menciptakan lapangan kerja sendiri melalui kompetensi yang dimiliki.
Salah satu contoh kompetensi yang bisa diberikan yaitu pelatihan membuat kue, atau digital markering, bisa juga dengan manajemen digital. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz