JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan pentingnya takwa.
’’Siapapun orangnya, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, dalam keadaan bagaimana saja, jika takwanya kuat, maka hidupnya bermanfaat dan menjadikan dirinya selamat di dunia maupun akhirat,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (13/1).
Saking pentingnya takwa, setiap Jumat kita selalu mendengarnya dalam khotbah. Bahkan khotbah tidak sah jika tidak ada pesan takwa.
Dalam bekerja, bermasyarakat, maupun berinteraksi dengan orang lain, orang yang bertakwa akan selalu menjaga hubungan yang baik dengan sesama, berbuat jujur, dan amanah.
Takwa mengajarkan seseorang untuk selalu berlaku adil, jujur, dan amanah dalam setiap tindakan, sehingga ia akan menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi orang lain dan menjaga kehormatan diri serta masyarakat.
Takwa merupakan ukuran kemuliaan seorang hamba di sisi Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Alhujurat 13.
Salah satu janji Allah SWT bagi orang yang bertakwa adalah diberikan rezeki yang tidak terduga dan jalan keluar dari segala kesulitan.
Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat At-Talaq ayat 2-3.
Takwa akan membuka pintu-pintu keberkahan, baik dalam bentuk rezeki materi maupun non-materi, serta memberikan solusi dalam menghadapi kesulitan hidup.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Barang siapa bertakwa kepada Allah SWT, maka Allah akan menunjukkan jalan keluar baginya dan memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tidak ia duga.
Takwa juga mempermudah segala urusan hidup. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Quran Surat Attalaq ayat 4.
Suatu ketika, Imam Ahmad bersama murid-muridnya melewati sebuah desa kecil.
Imam Ahmad merasa lapar, dan mereka pun berhenti di sebuah rumah sederhana milik wanita tua.
Wanita itu, meski miskin, dengan senang hati menyambut dan memberi makanan.
Namun, wanita tua itu terlihat khawatir karena dia hanya memiliki sedikit makanan untuk disajikan.
Lalu, ia berkata kepada Imam Ahmad, ’’Wahai Tuan, saya hanya memiliki sedikit makanan ini, dan saya khawatir jika saya memberikannya kepada Anda, anak-anak saya akan kelaparan.
Tetapi, saya percaya, Allah SWT akan memberikan rezeki-Nya kepada kami.’’
Imam Ahmad yang mendengar ini merasa sangat tersentuh.
Dia berkata kepada wanita itu, ’’Jangan khawatir, berikan saja makanan itu kepada kami, dan percayalah pada janji Allah SWT.’’
Setelah mereka makan, wanita itu bertanya kepada Imam Ahmad, ’’Apakah benar bahwa orang yang bertakwa akan mendapatkan rezeki dari arah yang tidak terduga?’’ Imam Ahmad tersenyum dan mengangguk.
Wanita itu pun merasa tenang dan berdoa kepada Allah SWT.
Setelah rombongan Imam Ahmad pergi, tiba-tiba seorang pedagang kaya yang melintas di desa tersebut memberikan hadiah berupa uang yang cukup besar kepada wanita tua itu.
Di waktu lain, Imam Ahmad dan murid-muridnya kembali melewati desa itu dan melihat wanita tersebut tampak sangat bahagia.
Wanita itu berkata kepada Imam Ahmad; ’’Alhamdulillah, Allah telah mengirimkan rezeki-Nya tepat setelah Anda pergi, seperti yang Tuan katakan!’’
Imam Ahmad menanggapi dengan bijaksana, ’’Inilah janji Allah bagi orang yang bertakwa.
Allah SWT pasti akan memberi jalan keluar dan rezeki yang tak terduga.’’ (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz