JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya untuk tidak menggerutu.
’’Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: ’’Apakah yang akan kami minum?’’ tuturnya mengutip Keluaran 15:24.
Satu tahun yang lalu waktu akan libur tahun baru saya dan keluarga punya rencana libura di Bali.
Kami memesan tiket pesawat pada teman beberapa hari menjelang liburan.
Ia mendapatkan tiket yang relatif murah pada musim liburan dan berjanji akan segera mengirimkannya.
Saya tunggu-tunggu, tiket tidak kunjung datang juga hingga sehari menjelang keberangkatan. Dengan agak jengkel, saya meneleponnya.
Ternyata ia sedang mencari tiket yang lebih murah lagi dan memang berhasil mendapatkannya! "Makanya jangan menggerutu dulu," saya berkata dalam hati.
Pengalaman itu menolong saya memahami tingkah bangsa Israel. Tiga hari berjalan di padang gurun tanpa mendapatkan air, begitu mendapati air di Mara, ternyata airnya pahit.
Jelas saja mereka menggerutu. Namun sungut-sungut itu menunjukkan ketidakpercayaan mereka akan pemeliharaan Tuhan.
Nyatanya Tuhan mengulurkan bantuan ketika Musa berseru kepada-Nya.
Kemudian mereka sampai di Elim. Tempat ini berlimpah air dan diteduhi pohon kurma.
Baca Juga: Renungan Minggu: Tuhan Memberkati Orang yang Rajin
Menurut beberapa arkeolog, jarak dari Mara ke Elim itu sekitar 20 kilometer atau satu hari perjalanan.
Dengan kata lain, seandainya saja bangsa Israel mau bersabar sehari lagi, mereka tidak perlu mengomel pada Tuhan.
Sayangnya tidak diceritakan apakah di Elim mereka bersorak sorai dengan ucapan syukur.
Kadang-kadang kita juga melewati tempat seperti Mara, ketika kita merasa terjepit oleh persoalan hidup dan Tuhan seakan tidak peduli, ternyata Dia sedang menyiapkan pertolongan yang tak terduga dan lebih baik dari yang kita harapkan.
Karenanya ketika keadaan memburuk, jangan biarkan sikap negatif menggerus kepercayaan kita kepada Tuhan.
’’Pertolongan Tuhan datang menurut cara dan waktu-Nya, serta melampaui perkiraan kita. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz