JombangBanget.id – Hingga mendekati pertengahan Januari tanaman di trotoar Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Jombang yang mati belum diganti oleh pelaksana.
Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang menarget penggantian selesai Jumat (10/1).
’’Sampai hari ini (kemarin) belum selesai, tanaman yang mati belum diganti,’’ kata Kepala Dinas Perkim Jombang, Agung Hariadi, Kamis (9/1).
Saat ini pemeliharaan masih menjadi kewenangan pelaksana atau kontraktor proyek. Karena belum ada serah terima dari pelaksana ke pemkab.
Sesuai data hasil identifikasi awal, terdapat 22 tanaman di sepanjang trotoar yang mati. Meliputi dua pohon pule, dan 20 tanaman perdu di pot kecil.
Hasil koordinasi dengan pelaksana, penggantian segera dilakukan.
’’Disampaikan tidak ada kendala, bisa saja mereka menunggu waktu yang tepat atau menyesuaikan cuaca, apalagi beberapa hari terakhir hujan,’’ imbuhnya.
Agung menargetkan, penggantian bisa dilakukan secepatnya. ’’Kemungkinan nanti sore (kemarin) diganti, mudah-mudahan besok (hari ini) selesai,’’ ujar Agung.
Setelah seluruh tanaman mati diganti, bakal dilakukan serah terima sementara ke pemkab dari pihak pelaksana.
’’Lalu kita proses untuk penyerahan ke OPD (organisasi perangkat daerah) terkait, dishub dan DLH,’’ kata Agung.
Pantauan di lokasi, beberapa titik pot tak lagi terdapat tanaman, lantaran sudah dibongkar. Namun masih kosong. Belum ditanam ulang.
Sedikitnya dua pohon pule mengering. Kondisi batangnya keropos. Tidak seperti pohon lainnya yang sudah ditumbuhi dedaunan.
Sepanjang trotoar total 35 pohon pule yang ditanam. Serta 73 titik tanaman perdu, mulai dari jenis asoka, ararea, bugenfil dan lamtana.
Pada 2023, Pemkab Jombang merombak trotoar Jl Gus Dur sisi selatan.
Menelan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar bersumber APBD 2023 dengan pelaksana PT Renis Rimba Jaya. Masa pemeliharaan berakhir 21 Desember 2024. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz