JombangBanget.id - Pendeta GPdI House of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya berharap kepada Tuhan.
’’Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmat-Nya selalu baru setiap pagi, besar kesetiaan-Mu,’’ tuturnya mengutip Ratapan 3:22,23.
Memasuki tahun baru, apa yang ada dipikiran kita? Bersyukur? Atau justru gentar menghadapi tantangan zaman yang kian berat?
Ancaman global warming, bencana alam, krisis ekonomi maupun politik, bahkan kejahatan yang terus menerus melanda.
Bagaimana kita sebagai anak Tuhan menyikapi pergumulan-pergumulan pada tahun yang baru ini?
Dalam kitab Keluaran pasal 16, Alkitab mencatat kisah tentang bangsa Israel yang bersungut-sungut karena kehabisan perbekalan setelah dua bulan berjalan di padang gurun (ayat 2).
Mereka menuduh Musa dan Harun membawa mereka ke padang gurun hanya untuk membunuh mereka dengan kelaparan (ayat 3).
Tuhan mendengar keluhan dan omelan mereka. Sejak itu Dia mengirimkan manna untuk mereka setiap pagi kecuali pada hari Sabat selama 40 tahun (ayat 35).
Bagaimana dengan kita, bukankah tanpa disadari kita juga sering bersungut-sungut ketika menghadapi masalah?
Ada dua hal yang bisa kita pelajari dari pengalaman bangsa Israel ini.
Pertama, ketika masalah datang, janganlah kita bersungut-sungut dan menyalahkan orang lain.
Itu tiada guna, bahkan mendukakan hati Tuhan. Kedua, krisis yang terjadi di hidup manusia merupakan kesempatan bagi Tuhan untuk menunjukkan pemeliharaan-Nya.
Manna turun setelah perbekalan orang Israel habis. Tuhan kerap kali mengizinkan krisis mengimpit kita supaya kita lebih menyadari kasih dan kuasa-Nya.
Tuhan melakukan itu karena secara manusiawi, kita cenderung tidak mau berserah kepada-Nya sebelum benar-benar terpojok.
Yang Tuhan inginkan bagi umat-Nya adalah benar-benar percaya, berserah dan mengandalkan Tuhan.
Tuhan Yesus tak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian.
Setiap pagi ketika kita bangun tidur dan pikiran kita masih dikuasai dengan beban, kekhawatiran dan ketakutan, ingatlah bahwa Tuhan memberikan hari yang baru untuk sekali lagi Dia menyatakan kasih kepada kita lewat segala yang Dia izinkan terjadi.
Kasih setia-Nya selalu baru setiap hari dan rahmat-Nya tak pernah habis.
Yakinlah, apa pun mungkin yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian.
Berjalanlah dalam pengharapan bahwa Tuhan Yesus akan senantiasa menyertai kita.
’’Selamat Tahun Baru 2025. Tuhan Yesus memberkati dan sukses selalu,’’ ucapnya. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz