Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Jangan Tertipu 4 Hal Ini

Rojiful Mamduh • Sabtu, 4 Januari 2025 | 13:25 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Ketua PCNU Jombang sekaligus Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri, Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, berpesan agar tidak tertipu.

’’Jangan tertipu dengan dunia, karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal,’’ tuturnya mengutip Quran Surat Almukmin ayat 39, saat khotbah di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Jumat (3/1).

Gus Fahmi lalu menceritakan ulama besar era tabiin, Hassan Al-Bashri radiyallahu anhu.

Suatu hari dia berkata kepada beberapa muridnya, ’’Anakku, ambillah surat ini, karena ini lebih baik untukmu daripada seribu kitab.’’

Surat itu berisi empat nasihat.

Pertama, janganlah tertipu dengan tempat yang bagus. Tidak ada tempat yang lebih utama daripada surga.

Sungguh ayah kita yaitu Nabi Adam alaihissalam menjumpai apa yang dia temukan di dalam surga.

Namun karena ditipu iblis, akhirnya Nabi Adam diusir dari surga dan harus tinggal di dunia.

Jangan sampai tertipu tinggal di tempat yang diagungkan oleh Allah SWT. Seperti tinggal di kota Mekkah dan Madinah.

Karena kemuliaan seseorang tidak bisa diukur di mana ia tinggal.

Kemuliaan seseorang diukur oleh takwanya.

’’Ibadah di Makkah dilipatgandakan seratus ribu kali. Ibadah di Madinah dilipatgandakan seribu kali. Tapi ibadah di Jombang juga tetap baik,’’ tegasnya.

Mencari ilmu di Jombang juga tetap mulia.

Sebab di Makkah dan Madinah sejak zaman Nabi sudah banyak tokoh kafir dan munafiq yang memusuhi Nabi.

Lebih baik beribadah di Jombang dari pada di Makkah dan Madinah tapi berbuat maksiat dan dosa.

Kedua, jangan tertipu oleh banyaknya ibadah. Nabi bersabda; Tidak ada amalan seorang pun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka.

Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah SWT. Ada contoh ahli ibadah yang mati suul khotimah.

Sebaliknya, ada pelacur yang gara-gara memberi seteguk air minum pada anjing yang haus, akhirnya masuk surga. Makanya kita jangan menyombongkan ibadah.

Ketiga, jangan tertipu dengan melihat dan berteman dengan para salihin (orang-orang saleh), karena tidak ada orang yang lebih besar atau agung dari Al–Mushtofa Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam.

Orang-orang kafir dan munafik tidak mengambil manfaat darinya. Orang yang hidup zaman Nabi saja ada yang kafir dan memusuhi seperti Abu Jahal dan Abu Lahab.

Kita tidak boleh tertipu hanya senang foto selfie bareng orang-orang saleh, tapi tidak mau mencontoh mereka.

Agar mudah meniru dan meneladani Nabi, kita harus banyak membaca salawat. 

Keempat, jangan tertipu dengan banyaknya ilmu. Ilmu adalah titipan yang harus kita jaga, dan kita amalkan.

Orang yang berilmu derajatnya sangat istimewa di sisi Allah SWT, namun kita jangan sampai merasa bangga dan sombong atas ilmu yang kita miliki.

’’Iblis itu sangat berilmu, tapi menolak ketika diperintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam, maka iblis akhirnya dilaknat,’’ jelasnya.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang bertambah ilmu namun tidak bertambah hidayah, maka dia hanya akan bertambah jauh dari Allah SWT. Ilmu harus membuat kita semakin takut, cinta dan taat kepada Allah SWT. (jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #pcnu #empat #nasihat #masjid #tertipu #Binrohtal #polres #Jangan #Jombang