Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal, Ini Keutamaan Puasa di Bulan Rajab

Rojiful Mamduh • Jumat, 3 Januari 2025 | 13:41 WIB

 

Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly Tebuireng, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan keutamaan bulan Rajab.

’’Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam, disebut ashurul hurum,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur Masjid Agung Junnatul Fuadah Satlantas, Polres Jombang, Kamis (2/1).

Sebagaimana disebutkan dalam Quran Surat Attaubah ayat 36.

Pada empat bulan mulia itu, pahala amal kebaikan dilipatgandakan. Serta dosa maksiat juga akan lebih berat.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam memperbanyak puasa di bulan Rajab.

Berpuasa di bulan ini dianjurkan sebagai bagian dari penghormatan terhadap bulan yang mulia. Juga untuk berlatih persiapan bulan Ramadan.

Alhafidz Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan, puasa di bulan Rajab adalah sunah yang dapat mengarah pada peningkatan ibadah secara keseluruhan.

Ibnu Hajar menyatakan dalam kitab Tabyiin al-'Ajab, meskipun terdapat hadis-hadis lemah mengenai fadilah khusus bulan Rajab, hukum asal berpuasa di bulan ini adalah sunat dan termasuk ibadah yang dianjurkan, karena Rajab adalah bulan yang dimuliakan.

Hadis-hadis yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab sering kali dikategorikan sebagai dho'if (lemah) atau maudhu' (palsu).

Contohnya, hadis yang mengatakan: Barangsiapa yang berpuasa pada hari pertama bulan Rajab, maka ia akan mendapat pahala yang besar di sisi Allah.

Hadis ini dinilai maudhu' oleh para ulama hadis, sehingga tidak bisa dijadikan pegangan dalam menetapkan keutamaan khusus puasa Rajab.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa puasa di bulan Rojab dilarang atau tidak dianjurkan.

Sebaliknya, para ulama menyarankan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunah, selama bulan Rajab.

Ini sebagai bentuk penghormatan kepada bulan yang mulia.

Ibnu Abbas radiyallahu anhu berkata: Allah telah memilih empat bulan dalam setahun untuk dimuliakan, dan Dia menjadikan amal baik dan dosa yang dilakukan di dalamnya lebih besar daripada bulan lainnya.

Imam al-Hasan al-Basri, seorang tabiin yang terkenal dengan kefaqihannya, juga menekankan pentingnya memperbanyak amal saleh di bulan-bulan yang mulia, termasuk Rajab.

Beliau berkata: Perbanyaklah amal baik pada bulan Rajab, karena Allah akan melipatgandakan pahala bagi orang yang beramal baik di dalamnya.

Kebanyakan ulama sepakat, Rajab tetap memiliki kedudukan yang tinggi, dan kita dianjurkan untuk meningkatkan ibadah.

Bulan Rajab menjadi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menambah ketakwaan sebelum memasuki bulan Ramadan yang penuh berkah.

Umat Islam diajarkan untuk senantiasa berdoa, seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW: ’’Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.’’

Ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan bulan-bulan sebelum Ramadan untuk persiapan fisik, materi dan rohani menyambut bulan suci Ramadan.

Ada banyak kisah dari para wali Allah dan ulama yang menunjukkan bagaimana mereka menghormati bulan Rajab.

Salah satunya Imam Syafi'i yang sering memperbanyak puasa dan amalan baik pada bulan Rajab.

Rajab menjadi waktu yang tepat untuk melatih ketahanan berpuasa, serta memperbaiki niat dan ibadah kita menjelang Ramadan.

Semoga kita diberi kesempatan untuk beribadah di bulan ini dengan penuh keikhlasan dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. (jif/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#keutamaan #puasa #masjid #Binrohtal #polres #Jombang #rajab #bulan #berpuasa