Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jelang Nataru, Pj Bupati Jombang Sidak Pasar Tradisional, Begini Hasilnya

Anggi Fridianto • Sabtu, 21 Desember 2024 | 21:20 WIB
PANTAU: Pj Bupati Teguh Narutomo memantau harga pangan di Pasar Ploso Jombang, Jumat (20/12).
PANTAU: Pj Bupati Teguh Narutomo memantau harga pangan di Pasar Ploso Jombang, Jumat (20/12).

JombangBanget.id  – Jelang perayaan Natal dan tahun baru, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo blusukan ke pasar tradisional dan toko modern.

Tujuannya, memastikan harga dan stok pangan stabil.

Salah satu pasar tradisional yang dikunjungi, yakni Pasar Ploso, Jombang.

Pantauan di lokasi, Pj Bupati Jombang tiba di Pasar Ploso sekitar pukul 10.00.

Ikut dalam rombongan Pj bupati, yakni Sekdakab Agus Purnomo dan jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jombang.

Kepada para pedagang di Pasar Ploso, Pj bupati menanyakan harga beberapa kebutuhan pokok. Mulai beras, minyak goreng, gula dan lain-lain.

”Kita melakukan monitoring harga dan stok pangan jelang Nataru sesuai yang diamanahkan pemerintah pusat, untuk menjaga stabilitas ketersedian bahan pangan,” ujar dia.

Dari hasil pemantauan, Pj Bupati Narutomo mendapati informasi jika beberapa bahan pokok naik namun masih dalam kategori wajar.

Positioning-nya sampai saat ini relatif stabil, terkendali, meski ada beberapa bahan pokok seperti cabai yang mengalami kenaikan tidak terlalu signifikan,” ujar dia usai sidak.

Usai melakukan pemantauan di Pasar Ploso, tim kemudian bergerak menuju salah satu toko modern di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto.

Di sana, Pj Narutomo bersama TPID memastikan stok pangan untuk masyarakat aman selama Nataru. Begitu juga pendistribuan dipastikan lancar.

Baca Juga: Antisipasi Kenaikan Harga Selama Nataru, Disdagrin Jombang Genjot Operasi Pasar, Berikut Jadwal Lengkapnya

Sementara itu, Rochim, salah satu pedagang daging ayam mengatakan, saat ini harga daging ayam per kilonya naik Rp 3.000.

”Sebelumnya Rp 33.000 naik 3 ribu jadi 36 ribu rupiah per kilo,” ujar dia.

Menurutnya, naiknya harga daging ayam jelang Nataru itu tentu saja berdampak pada konsumennya.

Ia mengatakan, meski jumlah pembeli tak menurun, namun sebagian pembeli mengeluhkan kenaikan harga itu.

”Ada keluhan sedikit dari konsumen. Mungkin menyambut Natal dan tahun baru,” pungkas Rochim. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#sembako #pj bupati #sidak #Jombang #pasar #harga #bahan pokok #nataru