JombangBanget.id – Banjir yang melanda dua desa di Kecamatan Kesamben, Jombang sudah surut, Selasa (17/12).
Meski begitu, pemkab tetap melakukan penanganan pascabajir.
Selain memenuhi kebutuhan air bersih, pemkab juga membersihkan sampah-sampah dari permukiman warga.
”Selama dua hari ini kita sudah mengangkut sekitar 19,4 ton sampah, besok kami lanjutkan,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum melalui Kabid Pengelolaan Sampah dan Ruang Terbuka Hijau M Amin Kurniawan, Rabu (18/12).
Amin menerangkan, pascabanjir surut, pihaknya juga terlibat dalam penanganan pascabanjir.
Salah satu fokus DLH, yakni pengangkutan sampah.
”Jadi pembersihan pascabanjir sudah kami mulai Selasa (17/12) sampai hari ini (kemarin) itu sudah 11 rit diangkut ke TPA,” imbuhnya.
Selama dua hari itu, masing-masing hari pertama terdapat empat truk dan hari kedua terdapat dua truk sampah yang diangkut.
”Besok (hari ini) akan kami lanjutkan,” imbuh dia.
Diakui, sampah seberat itu rata-rata merupakan barang perabot rumah tangga milik warga yang terdampak banjir. Sehingga tak bisa dipergunakan lagi.
”Jadi sampahnya itu ada kasur, sofa sampai almari,” ujar Amin.
Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kalaksa BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Diaz Quintas mengakui, pascabanjir pembersihan dilakukan dengan menggandeng OPD terkait.
”Jadi pascabanjir masyarakat sudah mulai kembali ke rumah, kami juga sudah mengarahkan untuk bersih-bersih,” kata Wiku.
Karena itu, dalam pengambilan sampah juga melibatkan DLH.
”Karena materialnya itu perabot rusak semua, mulai kasur dan segala macam yang dibuang di depan rumah,” imbuh dia.
Pihaknya lanjut dia, juga masih mengirim kebutuhan air bersih kepada warga terdampak.
”Tetap kami suplai, khusus untuk bantuan sekarang diserahkan ke pemdes. Biar desa yang membagikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Wiku. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz