JombangBanget.id - Mudir Ma’had Aly, Tebuireng, Jombang, Dr KH Achmad Roziqi, menjelaskan pentingnya menebar kebaikan.
’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang berbuat kebaikan di dunia adalah orang yang berbuat kebaikan di akhirat,’’ tuturnya, saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (5/12).
Penebar kebaikan, mereka yang selalu berbuat baik, menolong sesama, dan melakukan amal kebaikan di dunia, akan mendapat balasan yang baik di akhirat.
Ini sejalan dengan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa amal baik di dunia akan mendapatkan ganjaran yang setimpal di akhirat.
Ada dua penafsiran yang disajikan oleh Fadhl Allah Al Shomad dalam menyarah hadis ini.
Pertama, siapapun yang menebar kebaikan di dunia maka nanti di akhirat Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan yang jauh lebih baik dan sempurna.
Kedua, siapapun yang menghendaki untuk memberikan kebaikannya kepada para pelaku dosa, lalu ia memohon untuk bisa menyafaatinya, maka Allah akan memberikan hak syafaat kepadanya kelak di akhirat.
Penafsiran kedua tentulah punya dasar. Sayyiduna Ibnu Abbas meriwayatkan hadis yang semakna dengan tafsir kedua di atas;Orang-orang yang berbuat kebaikan akan datang pada hari kiamat.
Lalu mereka akan diampuni karena kebaikan mereka, dan amal baik mereka akan tetap ada sebagai simpanan.
Mereka akan memberikan amal baik mereka kepada orang yang keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya.
Dengan demikian, mereka akan memiliki kebaikan di dunia dan di akhirat.
Baca Juga: Binrohtal, Orang yang Syukur dan Sabar Selalu Bisa Melihat Tanda Kekuasaan Allah SWT
Para penebar kebaikan nanti pada hari kiamat akan mendapatkan ampunan Allah SWT sebab kebaikan yang mereka lakukan di dunia.
Dan dalam keadaan demikian, pahala dari kebaikan-kebaikan mereka masih cukuplah banyak, lalu mereka memberikan pahalanya kepada pelaku dosa yang dosanya melebihi pahalanya.
Dengan demikian, mereka tetaplah menebar kebaikan baik di dunia maupun di akhirat.
Hadrotus Syekh KH M Hasyim Asy'ari di akhir karya beliau, Al Nur Al Mubin, menjelaskan, diantara macam-macam syafa'at adalah syafaat yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang saleh.
Jika kita melihat hadis di atas, maka bisa kita pahami bahwa diantara hamba Allah yang saleh adalah penebar kebaikan.
’’Apakah makruf atau kebaikan itu harus berupa harta benda? Tidak,’’ tegasnya.
Hadrotur Rasul bersabda: ’’Setiap kebaikan adalah sedekah, dan di antara bentuk kebaikan adalah menyambut saudaramu dengan wajah yang cerah dan menuangkan air dari embermu ke dalam bejana saudaramu.
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap perbuatan baik, sekecil apapun, dianggap sebagai sedekah dan mendatangkan pahala.
Dua contoh kebaikan disebutkan dalam hadis itu. Pertama, menyambut saudara dengan wajah yang cerah, yang berarti bersikap ramah dan tersenyum saat bertemu dengan orang lain.
Kedua, menuangkan air dari ember ke dalam bejana saudara, yang menunjukkan tindakan saling membantu, bahkan dalam hal-hal sederhana.
’’Potensi jelek yang muncul pada diri kita, lalu kita tahan hingga tidak sampai menyakiti orang lain, itupun makruf yang bernilai pahala,’’ tegasnya.
Sekecil apapun kebaikan itu, marilah kita perjuangkan seraya berharap kita menjadi bagian dari yang disabdakan Rasul: Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan di akhirat. (jif/naz)
Editor : Ainul Hafidz