Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Geruduk Kantor DPMD, FRMJ Sebut Jombang Darurat Korupsi

Anggi Fridianto • Selasa, 10 Desember 2024 | 14:17 WIB

 

SAMPAIKAN ASPIRASI: Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang menggelar unjuk rasa di depan kantor DPMD Jombang.
SAMPAIKAN ASPIRASI: Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang menggelar unjuk rasa di depan kantor DPMD Jombang.

JombangBanget.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang di Jl Bupati R Soedirman, Senin (9/12).

Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya terkait dugaan penyimpangan pembangunan di tingkat desa.

Puluhan massa mulai berkumpul dan mendatangi kantor DPMD Jombang pukul 10.00.

Massa terlihat membawa beberapa spanduk berisi tuntutan. Misalnya, Jombang Darurat Korupsi dan lain-lain.

Selain itu, mereka juga datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Jombang untuk menyampaikan sejumlah berkas berisi dugaan penyimpangan di Jombang.

Koordinator FRMJ Joko Fatah Rochim menyampaikan, aksi unjuk rasa digelar setelah pihaknya menerima informasi dan aduan terkait banyaknya penyimpangan di tingkat desa.

”Sebenarnya kita fokusnya di DPMD, karena banyak sekali, yakni lemahnya pengawasan, mereka hanya mengandalkan dari tim kecamatan, monitoring dan peringatan. Harusnya ada inspektorat yang turun, diklaim dan kerugian negara dikembalikan,” ujar dia.

Menurut dia, Jombang saat ini darurat korupsi, terutama di tingkat desa karena banyak proyek yang dikerjakan tidak sesuai aturan undang-undang yang berlaku.

Selain itu, pihaknya juga menyinggung terkait proyek di desa yang bersumber dari dana pokok pikiran (pokir) DPRD yang harusnya dikerjakan swakelola namun di lapangan dikerjakan pihak ketiga.

”Itu dipihakketigakan oleh kontraktor,” terangnya.

Lebih lanjut, Fatah menambahkan, di Jombang masih banyak persoalan yang terjadi di desa.

Seperti penghapusan perangkat dusun, hingga dugaan pemotongan dana RT dan RW di beberapa desa.

”Sudah kami laporkan semua, hari ini di kejaksaan,” tegasnya.

Demo yang berlangsung hingga pukul 11.00 berlangsung lancar dan kondusif dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

Kepala DPMD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto menemui para pendemo.

”Yang pertama kami tentu mengucapkan atas saran dan masukan dari masyarakat. Secepatnya akan kami tindak lanjuti masukan-masukan tersebut,” ujar Kepala DMPD Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto.

Selain itu, Udin, sapaan akrabny,  juga akan memanggil kepala desa yang masuk dalam pelaporan para warga dalam kegiatan demo.

Dia juga akan berkoordininasi dengan inspektorat dan camat untuk menindaklanjuti hal tersebut.

”Kami sejak awal selalu koordinasi dengan camat dan inspektorat dalam menindaklanjuti persoalan yang berkaitan dengan desa,” pungkasnya.

Setelah itu, tak berlangsung lama setelah kepala DPMD Jombang menemui pendemo, para pendemo akhirnya membubarkan diri dan menuju kantor kejaksaan. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#FRMJ #demo #darurat #Desa #kantor #Jombang #DPMD #korupsi