Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Syal Rajut untuk Ayah

Ainul Hafidz • Selasa, 10 Desember 2024 | 01:00 WIB
Ilustrasi cerpen tas rajut untuk ayah
Ilustrasi cerpen tas rajut untuk ayah

Karya: Salsa Irfa Lil Ula (Kelas VIII SMPT Al-Chodidjah Tebuireng)

Angin berhembus kencang, menerbangkan daun-daun yang runtuh di pekarangan rumah kecil di daerah yang tidak jauh dari kota.

Seorang gadis  berumur 12 tahun tengah membaca buku di teras rumah dengan neneknya yang sedang merajut sweater.

’’Nek, kapan ayah pulang, ini sudah sore?” tanya Karina.

’’Sabar ya..,ditunggu dulu nanti ayah juga pulang kok,’’  jawab nenek.

Tak lama kemudian seorang lelaki paruh baya dengan menaiki sepada motor masuk ke pekarangan rumah sambil mengucap salam.

’’Assalamualaikum… ibu,’’ ucap ayah sambil menyalimi sang ibu. ’’Waalaikumussalam…, ndang mandi terus makan,’’ ucap nenek.

Ayah pun menganggukkan kepala  seraya masuk ke dalam rumah.

’’Ayo masuk nduk, udah sore,’’ ucap nenek mengajak Karina masuk ke dalam rumah.

Nenek dan Karina menunggu ayah di meja makan sambil berbincang-bincang. Tak lama ayah datang menyusul mereka di meja makan.

Mereka makan bersama dengan bahagia di rumah yang sederhana. Ibu Karina telah tiada, namun mereka selalu mencoba terus bahagia.

Baca Juga: Cerita Warga Jombang Kuliah di Belanda: Adaptasi Tak Butuh Waktu Lama Karena Aktif Berorganisasi

Setelah makan malam, mereka bertiga melaksanakan salat Magrib berjamaah. Lalu Karina mengaji degan nenek dan di lanjut belajar bersama ayah.

’’Uhuk uhuk...’’ Terdengar suara batuk yang sangat keras dari kamar ayah.

’’Kenapa ayah tiba-tiba batuk, Nek?’’ tanya Karina keheranan.

’’Gak tahu, mungkin ayahmu sedang flu,’’ jawab nenek dengan singkat.

Lama-lama suara batuk itu semakin sering terdengar dari kamar. Nenek pun menghampirinya ’’Kenapa Nak? Kok kamu tiba-tiba batuk kayak gitu,’’ tanya nenek.

’’Gak papa Bu, lagi gak enak badan aja aku,’’ jawab ayah singkat. ’’Ndang istirahat, aku buatkan teh anget ya,’’ ucap nenek seraya berjalan ke arah dapur.

2 tahun kemudian.

Penyakit TBC yang diderita ayah sudah sangat parah. Ayah tidak bisa bekerja lagi. Sekarang digantikan oleh nenek yang berjualan kue di warung-warung.

’’Sebulan lagi ayah ulang tahun ya Nek?’’ tanya Karina.

’’Iya nduk, kamu kado ayah apa tahun ini?’’ jawab nenek. ’’Karina udah nyiapin syal rajut Nek, buat ayah kalau kedinginan,’’ ucap Karina.

Terdengar suara batuk dari kamar ayah. Karina melihat ayahnya sedang tertidur pulas.

1 Hari sebelum ulang tahun ayah.

Karina berlari ke kamarnya seraya mengambil syal yang menjadi kado ulang tahun ayahnya.

’’Ayah, selamat ulang tahun ya.., Karina kasih sekarang soalnya takut telat, dipake ya ayah..’’ ucap Karina seraya tersenyum memandang ayahnya.

Ayah memandangnya sambil tersenyum. Lalu memakai syal yang diberikan karina. ’’Terima kasih Karina, ayah pake terus syalnya.’’

’’Uhuk, uhuk, uhuk,’’ suara batuk ayah semakin terdengar jelas. Karina meliat mulut ayahnya keluar darah yang sangat banyak. Dia pun segera berlari memanggil nenek.

Nenek menghampiri ayah dan Karina yang sedang di kamar.

’’Bu, aku nitip Karina ya.., Aku udah gak kuat lagi..’’ ucap ayah dengan terbata-bata.

Nenek dan Karina yang mendengarnya hanya bisa menangis menatap ayah.

’’Karina, setelah gak ada ayah, kamu harus bisa mandiri ya.. Bantu nenek, kamu gak boleh putus sekolah. Kamu harus jadi sarjana. Kamu harus buat nenek, ayah, ibu bangga. Jadi anak yang pinter ya..’’ ucap ayah dengan menahan darah yang akan keluar.

Ayah Karina membaca syahadat dibantu nenek, Karina menangis memeluk ayahnya.

Tepat satu hari sebelum ulang tahun, ayah manghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 11 agustus 2016 hari Jumat.

Karina berdiri di pemakaman ayahnya sambil memegang syal rajut milik ayahnya.

Mengingat pesan terakhir ayahnya. Dia ingin mengabulkan keinginan ayahnya. Dia berjanji akan bersekolah di sekolah tinggi dan akan membahagiakan nenek, ayah dan ibunya. (*)

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #cerpen #syal #siswa #Jombang #rajut #ayah